Pencemaran Air, Belasan Orang Meninggal di Kelantan

Senin, 10 Juni 2019 - 09:38 WIB

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR–Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr Wan Azizah Wan Ismail menegaskan pada hari Minggu (9 Juni), pemerintah menyelidiki dugaan pencemaran air yang menyebabkan belasan orang Orang Asli meninggal di Kuala Koh, Gua Musang, Kelantan.

Orang Asli mengacu pada orang pribumi di Semenanjung Malaysia.

Empat belas orang di Kuala Koh telah meninggal dalam sebulan terakhir, menurut laporan, dua di antaranya telah dikonfirmasi karena pneumonia.

Ini Alasan Ucie Sucita Mudik Lebaran Setiap Tahun

“Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelakunya jika ditemukan bahwa kematian itu disebabkan oleh pencemaran sumber air Orang Asli,” kata Wan Azizah dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu seperti dilansir channelnewsasia, Senin, 10 Juni.

Wan Azizah juga mengatakan, pemerintah akan melihat kegiatan penambangan dan penebangan kayu di sekitarnya, untuk memastikan apakah semua prosedur yang tepat terkait dengan lingkungan telah dipatuhi.

“Penegakan yang lebih ketat dan langkah-langkah pencegahan lainnya adalah beberapa langkah yang harus diperhatikan,” kata wakil perdana menteri.

Hari Pertama Kerja, NA Langsung Copot Pejabat Eselon II

“Doa saya bersama keluarga mereka yang meninggal dan mereka yang saat ini sedang menjalani perawatan,” tambahnya.

“Saya khawatir tentang dua anak perempuan saya yang mengalami kesulitan bernafas,” kata seorang ayah tunggal, Adidas Om, 32, di Rumah Sakit Kuala Krai, Minggu.

Adidas, yang berasal dari Kampung Kuala Koh, mengatakan kedua putrinya – Hoi, 6, dan Boi, 5 – mengalami kesulitan bernapas selama empat hari dan tidak bisa tidur di malam hari.

Dia membuat laporan ke Departemen Pengembangan Orang Asli Kelantan (JAKOA) sebelum agensi mengirim putrinya ke rumah sakit.

Luis Suarez Siap Panaskan Mesin Lawan Indonesia sebelum ke Copa America

Adidas, yang telah tinggal di Kuala Koh selama 10 tahun terakhir, mengatakan ia tidak tahu penyebab penyakit itu.

“Selain anak-anak saya, tetangga saya menderita penyakit yang sama dan beberapa meninggal,” katanya.

“Saya takut melihat kondisi anak-anak saya dan juga para tetangga yang menderita penyakit ini dan saya berharap situasi akan segera membaik,” kata Adidas, yang istrinya meninggal pada 2014.

Dia mengatakan dia yakin insiden itu terkait dengan aktivitas penambangan di sekitar desanya, dan berharap bahwa pihak terkait akan menyelidiki penyebab penyakit tersebut.

Gubernur Sulsel Marah-marah, Kepala BKD Tak Hadiri Upacara

Hingga Sabtu, 83 warga Orang Asli jatuh sakit, menurut direktur Departemen Kesehatan Negara Bagian Kelantan, Dr Zaini Hussin. Dia menambahkan bahwa berdasarkan gejala klinis dan infeksi, kasus-kasus ini bisa pneumonia.

Zaini mengatakan, saat ini kegiatan pencegahan dan pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gua Musang dengan melakukan pendidikan kesehatan seperti pembicaraan dan distribusi brosur tentang penyakit menular serta kebersihan lingkungan dan pribadi.

“Departemen Kesehatan juga menyarankan untuk membatasi perpindahan individu ke desa untuk mencegah penyebaran penyakit,” katanya.

Juventus dan MU Tak Berhasil Goda Umtiti Tinggalkan Barcelona

“Kami juga akan terus bekerja dengan semua lembaga yang terlibat dalam manajemen pencegahan dan pengendalian penyakit ini,” tambahnya.

Menteri di Departemen Perdana Menteri, P Waytha Moorthy mengatakan pada hari Minggu bahwa dua kematian Orang Asli disebabkan oleh pneumonia.

“Kami diberi tahu bahwa kematian itu terjadi karena migrasi dan mayat-mayat dimakamkan di dalam area. Namun, penyebab sebenarnya kematian akan diselidiki, ”katanya kepada wartawan. (fo)