Pengkhianatan Konglomerat

  • Bagikan

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID–Untung. Penerbangan ini lebih dari 12 jam. Cocok untuk menulis agak panjang. Bahwa pembaca DI’s Way akan kelelahan…, ya…, minal aidin. Kan masih dalam suasana lebaran: mohon maaf lahir batin.Ini tentang jembatan. Yang menghubungkan surga dan mayapada. Disebut Pan Gu Da Guan. Pemandangan yang agung. Keindahan yang tak tepermanai.Jembatan surga itulah yang dijadikan nama sebuah superblock. Di Beijing. Salah satu tower di ‘jembatan surga’ itu difungsikan untuk hotel. Namanya: Pangu 7 Star Hotel.Pemilik superblock inilah yang akan jadi pemeran utama. Dalam drama panjang DI’s Way hari ini.Ada kekayaan. Tingkat tinggi. Ada pengkhianatan. Tingkat tinggi. Ada seks. Tingkat tinggi. Ada persekongkolan antar-negara. Tingkat tinggi.Nama konglomerat itu: Guo Wen Gui. Lawan utamanya: Wang Qishan, Wakil Presiden Tiongkok saat ini. Tangan kanan dan kepercayaan Presiden Xi Jinping.Partner mainnya: Steve Bannon, penasihat masalah-masalah strategis Donald Trump. Ia anti-Tiongkok. Sampai ubun-ubun. Anti-Islam. Sampai tulang sumsum.Lokasi drama ini: New York, Hong Kong, Beijing, Shandong, Zhengzhou, Negeri Atas Angin.Cerita awalnya sebuah kolusi. Antara pengusaha muda ambisius. Dengan pejabat daerah yang rakus. Didukung oleh orang pusat yang haus.Saat melakukan riset tulisan ini saya merasa beruntung. Terjawab sudah pertanyaan lama saya. Setiap kali saya ke Beijing. Setiap kali lewat dekat stadion Olimpiade 2008. Setiap kali melihat bangunan tinggi berjajar lima dekat arena akuatik. Tidak jauh dari Stadion Bird’s Nest. Yang jadi pusat pembukaan Olimpiade Beijing 2008 itu.

  • Bagikan