Percepat Stabilitasi Harga, BKP Kementan Lakukan OP Cabai

Senin, 10 Juni 2019 - 14:37 WIB
Cabai merah/ist

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Stabilisasi harga pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 2019, telah mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Pemerintah dianggap mampu menjaga stabilitas harga  di seluruh wilayah. Tapi, masih ada komoditas pangan khususnya cabai yang harganya fluktuatif.

Berdasarkan laporan panel harga Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, cabai merah keriting di Jakarta yang rata-rata Rp34.399/kg di awal Ramadan, mulai mengalami kenaikan beberapa hari mendekati hari H Idul Fitri. Harga rata-rata Rp46.818/kg.  Bahkan sampai H+4 Idul Fitri 2019, harga cabai merah keriting masih di angka Rp49.444/kg.

Meskipun sudah mulai  terjadi tren menurun dam fluktuasi harga tersebut masih dianggap wajar, Kementan tak tinggal diam. Untuk mempercepat stabilisasi harga cabai, di hari pertama masuk kerja ini, Senin, 10 Juni, BKP Kementan melakukan Operasi Pasar (OP) cabai di sepuluh titik, 8 pasar eceran di Jakarta yang harga cabai tinggi, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Mingggu Jakarta, dan TTIC Cimanggu Bogor.

“Kami tidak mau ambil risiko terhadap fluktuatif harga cabai ini, karena cabai dibutuhkan oleh seluruh masyarakat dalam kesehariannya. Setiap terjadi lonjakan harga cabai, kami langsung melakukan tindakan seperti yang kami lakukan sebelumnya beberapa hari menjelang Idul Fitri,” jelas Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri.

Dalam OP kali ini, cabe merah keriting dijual dengan harga Rp35 ribu/kg, cabe rawit merah Rp18 ribu/kg, dan bawang merah Rp20 ribukg. “Kami bisa pasarkan dengan harga murah, karena komoditas tersebut didatangkan langsung dari kelompok tani binaan,” ujarnya.

Adapun 8 lokasi pasar yang menjadi sasaran OP adalah Pasar Johar Baru, Pasar Kalibaru, Pasar Grogol, Pasar Kramat Jati, Pasar Cibubur, Pasar Pos Pengumben, Pasar Tebet Barat, serta Pasar Kelapa Gading.

“Seiring menurunnya permintaan seusai Idul Fitri 2019, dan adanya OP yang kami lakukan. Kami harap dalam beberapa hari ini harga sudah benar2 stabil dan normal kembali,” harap Risfaheri.

Risfaheri menjelaskan, Salah satu penyebab berfluktuasinya harga cabai segar, karena memiliki umur simpan yang pendek, yakni hanya 3-4 hari. Itu membuat pedagang sulit mempertahankan stok cabai tersebut.

Menurut Risfaheri, pihaknya bisa memahami, karena mendekati hari H Idul Fitri sebagian petani perhatian sudah beralih pada persiapan lebaran, sehingga pasokan cabai ke pasar mulai terganggu, dan  pedagang yang berjualan juga sudah mulai berkurang.

“Kalaupun ada pedagang yang berjualan pada H-2, H-1 dan H+1, H+2 Idul Fitri tentu harganya sudah tinggi karena pasokan dan penjual sudah terbatas,” tambah Risfaheri.

Ujang, salah satu pedagang di Pasar Raya Padang, mengatakan, pada hari H+3 Idul Fitri, harga cabai merah keriting masih Rp60 ribu/kg. Itu karena terganggu masa lebaran. Menurutnya harga akan bergerak normal mulai minggu ini. Pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, pada H+4 Idul Fitri, aktivitas mulai normal.

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga cabe merah keriting di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4) rata-rata Rp48.260/kg. Harga tertinggi mencapai Rp7 ribu/kg, dan harga di pasar Induk Kramat Jati masih tergolong tinggi, Rp55 ribu/kg. Harga cabe rawit merah di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4) rata-rata Rp36.869/kg, dan harga bawang merah rata-rata Rp39.695/kg. Meski harga bawang merah relatif stabil dibandingkan cabai, tetapi harga bawang merah masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan yakni Rp32 ribu/kg. (rls)