Tanggul Jebol, Banjir Meluas dan Dampak Kian Parah

2 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kiriman banjir dari Kabupaten Sidrap menuju Wajo cukup memprihatinkan. Pasalnya, banjir tak hanya meluas, dampaknya juga kian parah.

Banjir kiriman Sidrap tersebut mengalir ke Wajo melalui Sungai Bila hingga melampaui kapasitas sungai. Hal itu mengakibatkan tanggul jebol di Dusun Lonra, Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Wajo, Sabtu, 8 Juni kemarin.

Kades Sappa, Mustakim mengatakan, jebolnya tanggul di wilayahnya itu, akibat meluapnya Bendungan Bila di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap. Merupakan hulu banjir, karena intensitas hujan lebat beberapa hari belakangan ini.

“Karena kapasitas Sungai Bila sampai ke Sappa tak mampu membendung, tanggul di Dusun Lonra pun jebol dan masih mengalir ke permukiman warga,” ujarnya, Minggu, 9 Juni.

Dia menambahkan, selain merendam ratusan rumah warga. Banjir dengan ketinggian sekitar 65 cm sudah menggenangi persawahan. Puluhan hektare sawah terendam di Dusun Bolamallempong dan Lonra Desa Sappa.

“Jumlah pastinya belum jelas, namun ada persawahan warga yang sudah ditanami ikut terendam,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Alamsyah menjelaskan, banjir sekarang ini sudah meluas ke sebelas kecamatan di Wajo.

“Sekarang daerah terendam banjir, Kecamatan Belawa, Maniangpajo, Tanasitolo, Tempe, Pammana, Sabbangparu, Takkalalla, Pitumpanua, Keera, Penrang, dan Sajoangin,” sebutnya.

Selain jembolnya tanggul di Sappa. Hal serupa terjadi di Desa Ujungpero Kecamatan Sabbangparu. Tanggul Sungai Walennae yang berhadapan dengan SDN 75 Ujungpero ikut jebol, Minggu, 9 Juni.

“Peralatan sekolah tidak terselamatkan. Debit air di titik ini memang di atas ambang tanggul, jadinya meluap kemudian jebol,” terangnya.

Merujuk kondisi tersebut, karena derasnya air sungai mengalir melalui jebolnya tanggul itu. Banjir setinggi lutut orang dewasa dengan cepat menggenangi pemukiman warga Ujungpero dan sekitarnya.

“Rumah yang terendam terdata sementara sudah ratusan di Sabbangparu dan dua rumah panggung kecil kita terima dilaporkan hanyut,” kata mantan Camat Pammana ini.

Tak sampai di situ, infrastruktur dan pertanian juga terdampak karena peristiwa ini. 100 meter jalan beton rusak karena terbongkar serta 150 Ha persawahan terendam. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...