Bocah Tua Nakal, Kerap Intip dan Koleksi CD Cewek Penghuni Indekosnya

Selasa, 11 Juni 2019 - 13:35 WIB

FAJAR.CO.ID,SURABAYA–Bapak indekos model Donwori ini -bukan nama sebenarnya- jelas tak patut. Pria paruh baya itu punya hobi yang membuat cewek-cewek penghuni indekosnya ketakutan.

Donwori bisa dibilang bocah tua nakal alias BTN. Hobinya adalah mengintip cewek penghuni indekosnya mandi. Namun, ada perbuatan Donwori yang juga mengganggu. Yakni mencuri celana dalam alias CD anak-anak indekosnya.

Hal itu membuat istri Donwori -sebut saja Karin- geram. Karin yang tak kuat lagi menanggung malu karena ulah Donwori terpaksa memilih menggugat cerai.

Rumah tangga Karin dengan Donwori yang sudah terbina puluhan tahun pun bakal segera berakhir. “Tambah kakehan polah ae, gak eling umur (makin kebanyakan tingkah saja, tak ingat usia, red),” ujar Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, dua pekan lalu.

Karin mengaku kadung malu menjadi istri Donwori. Menurutnya, Donwori beberapa bulan terakhir menunjukkan tingkah yang makin aneh.

Setelah sempat beberapa kali ketahuan mengintip penghuni indekos mandi, Donwori belakangan ini juga gemar mencuri CD. Tentu saja CD bekas pakai milik penghuni di indekosnya.

Donwori memang punya usaha indekos khusus perempuan. Indekos itu menyatu dengan rumahnya yang memiliki dua lantai.

Sebagai induk semang, Donwori dan Karin menempati lantai bawah. Adapun kamar untuk anak-anak indekos di lantai atas.

Hanya saja karena indekos minimalis, kamar mandinya ada di bawah. Letaknya pun berdempetan dengan kamar mandi khusus keluarga Donwori.

Itulah yang membuat Donwori bisa mengintip cewek penghuni indekosnya saat mandi. “Wis tak ilikne ya bolak-balik, tapi pancet ae, angel kandanane (sudah berkali-kali saya ingatkan, tetapi tetap saja, sulit dinasihati, red),” kata Karin dengan nada kesal.

Karin sudah berkali-kali memarahi Donwori karena khawatir perbuatan mesum itu bisa mengundang masalah hukum. Karin tak mau indekosnya menjadi viral karena hal buruk sehingga tak ada lagi yang mau menghuninya.

Namun, dasar Donwori memang dablek. Nasihat Karin ibarat masuk kuping kanan, langsung keluar lewat telinga kiri.

Belakangan Karin tahu soal kegemaran Donwori mencuri CD. Karin mengetahuinya secara tak sengaja saat dalam kamar yang gelap ada Donwori sedang menciumi cawat perempuan.

Karin curiga karena cawat itu bukan miliknya. Seketika itu pula Karin langsung mencecar Donwori. Saat itu Donwori meminta maaf. Dia juga berjanji tak akan mengulanginya.

Namun, janji Donwori cuma di bibir saja. Tobatnya tidak nasuhah.

Karin tiba-tiba dilapori oleh salah satu anak indekosnya soal cawat yang hilang. Karin pun langsung malu.

“Sampek diwaduli lak yo isin aku. Yo opo lek disebar-sebarno nak kancane, iso gak payu iki kos-kosan (sampai dilapori kan aku jadi malu. Bagaimana jika disebar-sebarkan ke temannya, bisa-bisa indekosan ini tidak laku,” kata Karin.

Terlanjur malu dan kecewa, Karin langsung menggugat cerai Donwori. Karin kini ikut bersama anak-anaknya yang sudah mapan.

“Cek lek isin ben dipek dewe, aku wes emoh melu-melu, ketut elekke (kalau malu biarlah dia sendiri, aku tak mau lagi ikut-ikut, terseret kejelekannya, red),” ucapnya.(JPR)