Gelombang Tinggi Perpanjang Masa Libur

0 Komentar

Mudik ke kampung halaman memberi suka cita. Berbeda saat hendak balik ke rutinitas. Ada ras was-was menggelayut.

LAPORAN: SAKINAH-BAYU FIRMANSYAH

Pemudik yang masih berada di pulau-pulau wilayah Pangkep resah. Begitu pula warga yang hendak kembali bertugas di pulau. Sejak Minggu, 9 Juni, mereka seharusnya telah balik ke tempat rutinitasnya. Apalagi, pegawai diwajibkan sudah mulai bertugas kembali Senin, 10 Juni. Namun, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi memaksa warga di pulau-pulau wilayah Pangkep menunda rencana balik ke Makassar.

Ketinggian gelombang di perairan Selat Makassar saat ini mencapai 1,5-4 meter. Kondisi ini membuat para nelayan maupun pemilik kapal penumpang antarpulau tidak berani memaksakan kapalnya mengarungi Selat Makassar. Warga yang mudik ke kampung halamannya di sejumlah pulau yang ada di Kecamatan Liukang Tangaya, masih tertahan.

Ramli salah seorang warga pulau mengaku, kerabat dan sanak keluarganya yang mudik sebelum lebaran, tak kunjung kembali ke Kota Makassar.
Padahal, jadwal perkuliahan cukup padat usai Lebaran. “Susah kembali sekarang ini. Cuaca kurang bagus karena musim timur. Angin kencang dan ombak juga besar,” ucapnya.

Tidak hanya para mahasiswa yang terkendala untuk kembali ke Kota Makassar. Ada ratusan calon mahasiswa baru juga yang terhambat ke Kota Makassar.
Cuaca ekstrem akhir-akhir ini juga berdampak bagi para guru dan pemerintah yang hendak kembali bertugas ke wilayahnya di pulau-pulau.
Kepala Sekolah Dasar di Pulau Makarangan, Kecamatan Liukang Tangaya, Amiruddin mengaku sejak kemarin hendak kembali ke pulau tempat tugasnya. Namun tidak ada kapal nelayan yang berani melaut.

Ia pun harus menunda keberangkatannya ke pulau tempat tugasnya itu.  “Belum kembali ini, sebab kapal juga tidak berani melaut. Gelombang tinggi juga jadi tidak ada kapal yang berani ke sana sekarang. Padahal sudah selesai juga libur dan kita kembali masuk kerja,” katanya.
Apalagi pulau tempat tugasnya itu terbilang jauh dari pusat Kecamatan Liukang Tangaya. Dia tidak dapat terhubung jaringan komunikasi ke para guru yang menetap di pulau tersebut.

Sekretaris BKD Pangkep, Farmawaty mengatakan, tetap ada kebijakan bagi ASN yang berhalangan karena kondisi sangat mendesak. “Alasan seperti itu sangat penting jadi ada pengecualian. Seperti juga jika sakit,” ucapnya.

Masih Mudik

Memasuki H+3, empat trip kapal masih melayani penyeberangan dari Bajoe menuju Kolaka. Malam kemarin, ratusan penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, bus dan truk mengantre di depan pintu dermaga pemberangkatan Pelabuhan Bajoe.
Mereka menunggu giliran untuk naik ke kapal KMP Kota Muna yang akan berlayar ke Kolaka. Kemarin, penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bajoe sebanyak 784 orang dan 214 kendaraan, baik roda dua roda empat, bus dan truk.

Sedangkan jumlah penumpang yang turun di Bajoe jumlahnya lebih besar, yakni 1.159 penumpang, kendaraan ada 138 unit. “Hari ini penumpang masih ramai, kemarin juga begitu. Prediksi kita besok (hari ini, red) masih ramai, dan kemungkinan juga kita masih terapkan empat trip menuju Kolaka,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Sony Padly, Minggu, 9 Juni. Dia menambahkan, cuaca ekstrem cukup menjadi kendala, namun tidak sampai membuat pemberangkatan tertunda. (rif-arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...