Ini Daftar ASN Maros yang Malas Berkantor

Selasa, 11 Juni 2019 - 07:20 WIB
Bupati Maros,HM Hatta Rahman melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor instansi di Lingkup Pemda Maros untuk mengecek lansung kehadiran para pegawainya.

FAJAR.CO.ID,MAROS — Memasuki hari pertama kerja pasca libur lebaran, beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemda Maros nampak telat menghadiri upacara, Senin, 10 Juni.

Bahkan beberapa diantaranya nampak berlarian untuk bisa masuk ke dalam barisan.

Beberapa diantaranya pun nampak pasrah saat petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup pintu gerbang lapangan upacara Pallantikang Maros. Ada juga yang memilih memutar balik kendaraan miliknya.

Usai upacara, Bupati Maros,HM Hatta Rahman pun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor instansi di Lingkup Pemda Maros untuk mengecek lansung kehadiran para pegawainya.

Tim sidak dibagi dua yakni tim I dipimpin langsung oleh Bupati Maros yang melakukan sidak di Dinas PU, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dispora, Disnaker dan Bappeda.
Sedangkan tim 2 dipimpin oleh wakil bupati Maros HA Harmil Mattotorang yang melakukan sidak di Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pariwisata, Balitbangda, Kesbangpol, Dinas Perikanan.

Sedangkan untuk kantor kecamatan dan kantor kelurahan sidak dilakukan oleh tim dari Satpol PP.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan ASN yang mangkir dihari pertama kerja akan diberikan sanski kedisiplinan sesuai dengan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Apalagi bagi mereka yang tidak hadir tanpa keterangan.

Hatta di mendatangi satu persatu Satuan Perangkat Kerja Daerah Lingkup Pemda Maros untuk mengecek dan menyamakan kehadiran ASN pada finger print dengan absen manual.

“Melihat jumlah ASN yang hadir cukup bagus karena sampai 98 persen. Artinya pegawai sudah memiliki kesadaran yang baik serta sanksi yang disiapkan oleh Kemenpan RB bagi yang tidak hadir tanpa keterangan berupa sanksi pelanggaran disiplin,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Maros, Andi Davied Syamsuddin mengatakan dari daftar absensi finger print Dinas Kominfo mencatat hanya 1 persen ASN yang tidak hadir tanpa keterangan.

“Beberapa SKPD tampak 100 persen kehadiran pegawaianya seperti Bappeda, BKPPD, RSUD Salewangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kesbangpol dan BPBD.

Jadi tiap SKPD paling hanya satu orang yang tanpa keterangan, selebihnya yang tidak hadir karena sakit, tugas luar, maupun cuti,” katanya.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Agustam mengatakan dari jumlah ASN 6763 sekitar 88 orang ASN yang tidak hadir.

“Dari 88 orang ini ada 66 orang tanpa keterangan, izin 3 orang, sakit 13, Cuti bersalin 5 dan cuti sakit satu orang,” katanya.

Dia menambahkan mereka yang tidak hadir tanpa keterangan inilah nantinya yang akan dijatuhi hukuman disiplin.(rin)