Mengaku Nabi Akhir Zaman dan Mengamuk di Pasar

Selasa, 11 Juni 2019 - 08:23 WIB

FAJAR.CO.ID,KALTIM–Pelaku pemukulan terhadap Getrida, 58, di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau Kalimantan Timur, Sabtu sore (8/6), diduga mengalami gangguan jiwa. Sebab, saat diinterogasi oleh sekuriti pasar di Kantor UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pasar Sanggam Adji Dilayas mengenai alasan melakukan pemukulan, jawaban pelaku ngawur dan membuat bingung petugas.

Komandan Sekuriti Pasar Sanggam Adji Dilayas, Darwis mengatakan, dari gaya bicara dan tingkah-lakunya, pelaku seperti mengalami stres atau gangguan jiwa. Bahkan saat ditanya terkait identitas, pelaku malah mengaku sebagai nabi akhir zaman.

“Kami menduga pelaku ini stres akibat salah tuntutan atau beban hidup. Karena kalau normal, tidak seperti itu,” kata Darwis dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Selasa (11/6).

Pelaku juga mengaku melakukan pemukulan karena korban memiliki ilmu hitam, sehingga dirinya perlu memukulnya. Dijelaskannya, sejak Ramadan lalu, pelaku kerap terlihat tinggal di musala pasar.

Namun, pihaknya tidak menduga pelaku nekat melakukan pemukulan kepada seorang wanita yang sudah tua. Bahkan kata Darwis, pelaku sering terlihat membawa tongkat berkeliaran di sekitar pasar.

“Dia orang baru, sering terlihat di musala. Dia juga tidak memiliki kartu identitas apapun. Jadi, kami tidak tahu nama maupun asalnya,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pelaku telah diamankan di Mapolsek Teluk Bayur. Mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap warga yang akan menginap maupun tinggal di musala.

“Nanti akan kami data, termasuk identitas warga yang ingin menginap di musala. Kecuali petugas musala. Kami bukan menghalangi warga, tapi ini upaya pencegahan, jangan sampai terjadi lagi,” pungkasnya. (jpc)