Persoalan di Kota Makassar Diselesaikan di Warung Kopi

Selasa, 11 Juni 2019 - 18:11 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aktivis, dosen, pengacara dan politisi berkumpul dalam Makassar Lawyer Club di Warung Kopi Phoenam Boulevard, Makassar, Sulsel, Selasa, 11 Juni.

Mereka berkumpul, untuk mengungkap sejumlah persoalan sekaligus mencarikan solusinya.

Kegiatan yang dinamakan”obrolan kedai kopi” ini mengangkat tema “Makassar, Problematika dan Solusi.”

Hadir dalam diskusi ini yakni Pakar Hukum Unhas Dr Muhammad Hasrul SH MH, Pengamat Politik Kebangsaan Arqam Azikin, Entrepreneur Milenial Budi Kamrul, dan Praktisi Hukum Muhammad Ismak SH MH.

Advokad Kota Makassar, Acram Mappaona Aziz menjadi pemandu Makassar Lawyer Club.

Budi Kamrul mengatakan, saat ini anggaran ekonomi kreatif Kota Makassar masuk ke dalam anggaran event.

“Anggaran ekonomi kreatif selalu masuk ke dalam event, tapi kalau kita bikin acara untuk gagah-gagahan tapi masih banyak yang kelaparan maka itu tak bisa,” katanya.

Sementara itu, Dr Hasrul mengatakan, Makassar adalah kota besar.

“Ujung-ujungnya pasti lari ke negara, sampai hari ini masih marak geng motor, ada mahasiswa hukum dibegal dan meninggal,” katanya.

Salah satu keahlian hukum Dr Hasrul adalah kajian hukum sesuai dengan realitas di masyarakat.

Sementara, Ismak membahas kartel politik di Kota Makassar.

“Dampak perkembangan kota yang tinggi adalah ekonomi meningkat, menjadi sukses bagi manusia adalah alami. Pada saat sekarang, ekonomi menurun, apakah para pengusaha bisa turun,” kata Ismak.

Ahli hukum kepailitan ini mengatakan, turunnya usaha dengan berbagai model.

“Ada karena akal sehat, ada juga karena emosi. Saya pernah dampingi pengusaha pailit di Makassar, ia kerahkan massa tapi saat berusaha tak melibatkan mereka,” katanya. (taq)