Presdir CBC Desak KPK Jerat Semua Penikmat BLBI

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan mantan pemilik PT Bank Dagang Nasional Indonesia, Sjamsul Nursalim (SN) bersama Istrinya sebagai tersangka kasus Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI).

President Director Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri mengatakan penanganan kasus ini harus jadi pintu masuk untuk membuka kembali para pengguna BLBI, baik bank-nya ditutup atau direkap atau di take over pemerintah. Termasuk pengguna BLBI yang menyelesaikan dengan skema MSAA, MRNI atau APU.

Dokter Ketahuan Bolos di Hari Pertama, Ternyata…

“Penangkapan ini juga jangan hanya SN (Sjamsul Nursalim, red) dan istrinya saja, tetapi para pengguna BLBI juga harus diproses. Semua harus diselidiki ulang secara transparan,” kata Deni Daruri dalam keterangan persnya, Selasa (11/10).

Deni secara khusus menyebut beberapa nama di antaranya Antony Salim, Eka Cipta, dan Usman Wijaya.

Respons Pengacara Soal Klien Suami Istri Tersangka Kasus BLBI

“Jangan sampai terkesan KPK beraninya hanya dengan SN dan istrinya saja. Dan penangkapan ini jangan sampai terkesan ada pesanan khusus dari pihak lain,” kata Deni.

Sudah saatnya, menurut Deni, KPK memeriksa semua pengguna BLBI. Menurut audit BPK, 90 persen BLBI salah digunakan oleh semua bank penikmat BLBI saat itu. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...