Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Wiranto Ditangkap di Sulteng

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Polisi berhasil menangkap seorang pria bersorban hijau yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang videonya viral saat aksi 22 mei bernama Muhammad Fahri.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana Marpaung membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi.

“Iya, betul (yang diamankan sebelumnya bukan pelaku yang asli),” katanya dihubungi, Selasa (11/6).

Sapta menuturkan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung melakukan pencarian setelah mendapatkan laporan terkait video tersebut. Pelaku ditangkap di Sulawesi Tengah pada Sabtu (1/6) lalu.

Kerusuhan 21-22 Mei, Polri Usut Keterlibatan Mantan Anggota Tim Mawar

“Iya, pria bersorban hijau itu kami tangkap di Sulawesi Tengah pada Sabtu, 1 Juni 2019,” ucap Sapta.

Sebelumnya, video ancaman itu beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria.

Satu pria mengenakan pakaian putih dengan sorban hijau yang diikatkan di kepala. Pria lainnya, mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau. Sementara pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog.

Kanker Hati, Istri Mendiang Presiden Korsel Meninggal

Kemudian, relawan Joko Widodo, C Suhadi melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto ke polisi. Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) itu memperkarakan pengancam dengan tuduhan makar.

“Saya sebagai bangsa enggak senang Kepala Negara dicaci-maki. Sebagai rakyat dan relawan Jokowi, saya tidak suka Presiden dicaci begitu, apalagi diancam mau dibunuh dan sebagainya,” kata Suhadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/5).

Suhadi membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 22 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/ Dit Reskrimum. Pasal yang disangkakan ialah makar atau pemufakatan jahat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Kebiasaan yang Memperpanjang Umur

Dalam laporannya, Suhadi menyertakan barang bukti berupa video. Ia mengaku pertama kali mendapatkan video dari grup perpesanan WhatsApp.

“Saya melaporkan berkaitan makar, karena itu ada kata-kata bunuh Presiden. Ada beberapa pasal lain juga saya laporkan,” jelasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...