Teroris Sukoharjo Berbaiat kepada Al Baghdadi di Medsos

Selasa, 11 Juni 2019 - 09:13 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Polisi mengungkap fakta lain di balik aksi bom bunuh diri di Sukoharjo. Pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin, ternyata bukan pelaku tunggal alias lone wolf.

Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris yang tak lain adalah teman Rofik. Mereka adalah AA alias Umar dan S. Dua tersangka tersebut unik karena tidak terafiliasi dengan kelompok teroris di Indonesia semacam Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menuturkan, awalnya Densus 88 Antiteror meyakini pelaku beraksi sendiri. Namun, setelah didalami di meja pemeriksaan, diketahui ada pelaku lain. ”Bukan lone wolf,” katanya di kantor Divhumas Polri kemarin.

Ditilang Polisi, Pemuda Ini Salahkan Sayap Ayam Pedas

AA dan S diketahui ikut terlibat aksi keji tersebut dengan peran membantu perakitan bom. AA ditangkap di Lampung dalam pelariannya dan S ditangkap di Sukoharjo. Keduanya masih diperiksa secara intensif. ”Namun, sudah ada beberapa temuan terkait mereka,” jelasnya.

Terduga Teroris Ditangkap di Palangkaraya, Saksi Sebut Anak-anak Ikut Dibawa Polisi

Dalam pemeriksaan juga terungkap, keduanya ternyata tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris di Indonesia. Baik JAD maupun Jamaah Islamiyah (JI). Mereka terhubung dengan ISIS hanya melalui baiat via media sosial. ”Baiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi,” tuturnya.

Angelina Jolie Minta Presiden Kolombia Peduli Migran Venezuela

Sementara itu, warga permukiman di Jalan Pinus Permai III, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, dikagetkan penyergapan terhadap terduga teroris yang tinggal di rumah kos milik H Sarani.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya penyergapan tersebut. ”Masih pendalaman (diperiksa, Red) oleh densus,” katanya. (jp)