Miris, Pindahkan Jenazah Sisa Tulang Belulang

Rabu, 12 Juni 2019 - 07:08 WIB
IMBAS PEMILU. Keluarga Abd Rauf Daeng Ampa membongkar makam keluarganya. Pemilik lahan tak terima karena tidak didukung pada pemilu baru-baru ini. (Nursan/Fajar)

Abd Rauf Dg Ampa tak menyangka akan membongkar kembali makam keluarganya. Padahal, sudah puluhan tahun dikubur. Hanya karena beda pilihan caleg pada pemilu.

LAPORAN: NURSAN TUNNISA, Takalar

Suara lirih terdengar dari mulut Abd Rauf Dg Ampa, saat menceritkan kisah pilu yang menimpa orang tua, istri, dan kakaknya yang sudah lama meninggal dunia.

Bukan karena, mengenang kepergiannya, melainkan pembongkaran makam yang seharusnya tidak pantas diterima oleh keluarga yang telah meninggal.
Yah, pria berusia 57 tahun itu terpaksa membongkar makam keluarganya yang sudah bertahun-tahun dikebumikan di lingkungan Pangkarode Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.

Penyebabnya, pemilik lahan kuburan berinisial BT, tak menerima keluarga almarhum tidak mendukungnya. Apalagi, BT juga gagal terpilih pada pemilihan calon anggota legislatif (pileg).

Rauf sudah memberi alasan. Namun, semua seperti percuma. Dia akhirnya hanya bisa pasrah, karena sang pemilik lahan kuburan tetap tak terima.
Atas dasar itulah, istri BT mendatangi rumah keluarga Rauf, Rabu, 5 Juni. Dia meminta untuk membongkar dan memindahkan makam keluarga Dg Ampa.
“Kasi pindah itu makam, karena tidak na dukung ja ki kemarin waktu pemilu,” ucap Dg Ampa meniru perkataan istri caleg tersebut.

Pria yang mengenakan kemeja ini, juga sempat menjelaskan posisinya sebagai pimpinan Partai Golkar Kelurahan Pattene yang tidak bisa memilih dan mendukung BT. Namuh, istri BT tetap tak menerima alasannya, dan tetap menyuruh untuk memindahkan makam.
Dg Ampa pun tak kuasa menahan kekecewaannya. Meskipun berat, dia dan keluarga besar terpaksa membongkar makam keluarganya, Minggu, 10 Juni kemarin. Kondisi jenazah pada makam yang sudah berpuluh-puluh tahun itu sudah tinggal tulang belulang.

“Kecewa sekali. Tetapi kami sekeluarga sudah iklas,” katanya, Selasa, 11 Juni.  Dengan raut wajah yang sedih dan getir, mereka membawa jenazah keluarganya ke makam baru tak jauh dari makam sebelumnya. Masyarakat di sekitar makam itupun tidak menyangka, karena beda pilihan caleg, orang yang sudah tiada pun kena imbasnya.

BT yang dikonfirmasi mengaku tak tahu menahu soal pembongkaran makam. Sebab hal itu merupakan urusan sang istri. “Tidak saya tahu, saya saja kaget kenapa bisa viral begini,” katanya.
Ketua Gerindra Takalar, Indar Jaya, mengatakan, pembongkaran empat makam di Takalar tidak ada sangkut pautnya dengan partai yang telah dipimpinnya.
“Saya sudah konfirmasi dengan pihak caleg, tolong hal ini jangan disangkutpautkan dengan partai,” katanya. (*/arm)