Mutasi Nurdin Tak Berhenti, Siap-siap Dua Staf Ahli Bakal Nonjob

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pergerakan mutasi serta rotasi pejabat Pemprov Sulsel masih akan terus bergulir. Dua dua pejabat yang dicopot Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di masa pemerintahannya.

Baru-baru ini, Lutfie Natsir menjadi tumbal kedua, yang dicopot sebagai Kepala Inspektorat Sulsel. Sebelumnya ada Jumras yang lebih dulu dipecat oleh Nurdin. Dicopot sebagai Kepala Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa.

Nurdin mengatakan, pencopotan sebagai bentuk evaluasi ini masih akan terus berlanjut. Selain laporan KPK, ada beberapa pejabat yang kerap membocorkan persoalan internal pemprov.

“Pokoknya tidak berhenti, satu-persatu kita copot yang terbukti. Yang lemah akan langsung diganti,” jelas mantan bupati Bantaeng dua periode ini, Senin, 10 Juni lalu.

Sebelumnya, dia sudah mencatat enam nama, yang menjadi rekomendasi KPK untuk segera dicopot dari jabatannya. Setelah dua orang yang mendapat giliran, pejabat lain yang masuk dalam daftar akan menyusul secara bertahap.

Selain mencopot Lutfie Natsir dari Jabatannya, Nurdin juga merotasi posisi di salah satu pimpinan OPD. Ada perombakan untuk jabatan Plt kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel.

Baca Juga: Soal Pencopotan Kepala Inspektorat, Ini Penjelasan Staf Khusus Gubernur

Posisi yang sebelumnya diisi oleh Muh Firda tersebut diberikan ke Denny Irawan yang kini menjabatan sebagai Staf Ahli Gubernur. Sementara Muh Firda tak lagi rangkap jabatan, bisa fokus sebagai Asisten II Bidang Perekonomian.

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan perubahan komposisi pejabat tersebut, memang kerap terjadi dalam pemerintahan. Menurutnya semua didasari pada kebutuhan organisasi, agar pemerintahan bisa berjalan sesuai target pimpinan.

“Memang benar, selain pencopotan ada perubahan untuk posisi struktural. Seperti pergantian posisi plt di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Itu sudah ditetapkan gubernur,” tambahnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga saat ini tengah mengkaji efisiensi jabatan di tingkat eselon II. Jumlahnya akan di tekan, salah satunya untuk posisi staf ahli yang jumlahnya tujuh orang kini diusul menjadi tiga orang saja.

Lutfie Natsir yang Dicopot Nurdin Abdullah, Pernah Lima Bulan Pjs Wali Kota Parepare

Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Setda Pemprov Sulsel, Syamsul Rizal mengatakan, pihaknya memang mengusulkan pengurangan jumlah staf ahli di DPRD Sulsel. Kata dia, jumlah staf ahli sebagai dengan PP 18 yang baru hanya tiga orang saja.

Sementara saat ini di Pemprov Sulsel, ada tujuh posisi staf ahli. Dua diantaranya lowong lantaran pejabat yang bersangkutan pensiun. Hanya lima posisi staf ahli yang aktif saat ini. Otomatis dua diantaranya, harus tersisih.

“Sekarang ada lima orang, yang kita usulkan hanya tiga saja. Otomatis dua orang nonjob, kalau memang tidak ada tugas khusus dari pimpinan gubernur,” tambahnya. (ful)

Berita ini telah naik di koran cetak edisi Rabu 12 Juni 2019 atau kunjungi http: epaper.fajaronline.co.id

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...