Nilai Puasa dan Etos Kerja


Oleh : Muliyadi HamidIni hari kerja ketiga setelah libur hari raya Idulfitri. Hari-hari ini umumnya kantor-kantor masih memanfaatkan waktu untuk silaturahmi yang dikemas dalam acara halalbihalal. Sebuah tradisi silaturrahmi khas ala Indonesia. Tak lengkap rasanya jika sebuah organisasi tidak menyelenggarakannya. Tentu saja tradisi ini sangat bagus untuk mempererat hubungan dan menjaga kerja sama. Harapannya adalah untuk memacu semangat kerja kembali setelah berhari raya dan berpuasa selama sebulan sebelumnya.Ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebulan penuh memiliki nilai-nilai esensial yang sangat baik untuk menumbuhkan etos kerja yang baik. Jika nilai-nilai puasa ini bisa menginternalisasi dalam sikap dan prilaku kerja sejatinya akan mampu menumbuhkan kinerja yang baik di tempat kerja.Puasa melatih kita bersabar. Melatih menahan untuk tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Nilai ini bila diimplementasikan di tempat kerja, maka kita tentu saja akan mampu mengikuti aturan dan norma-norma hukum dan etika organisasi. Termasuk melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang dibebankan secara optimal. Nilai kesabaran ini juga dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama karyawan dan pimpinan.Selanjutnya puasa juga mengandung nilai-nilai kejujuran. Puasa melatih kita untuk memelihara dan menjaga integritas. Sementara integritas ini merupakan salah satu sifat yang sangat penting bagi kinerja individu dan organisasi. Jika selama melaksanakan puasa kita dapat memelihara kejujuran, tentu saja juga akan bisa terpelihara dalam melaksanakan tugas di tempat kerja.

Komentar

Loading...