Restorasi Danau Tempe

Danau prioritas Ekosistem danau diperlukan untuk menunjang suksesnya berbagai bidang dalam program pembangunan di antaranya bidang pertanian, perikanan, perhubungan, pariwisata, dan lain-lain. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, Danau Tempe adalah salah satu dari 15 danau prioritas dalam program Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau.

Selain Danau lainnya seperti Rawapening di Jawa Tengah, Rawa Danau di Banten, Danau Batur di Bali, Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Kerinci di Jambi, Danau Maninjau, Danau Singkarak di Sumatera Barat, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Cascade Mahakam-Semayang, Danau Melintang dan Danau Tondano di Sulawesi Utara, dan Danau Matano di Sulawesi Selatan, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Danau Jempang di Kalimantan Timur, dan Danau Sentani di Papua.

Danau Tempe jika dilihat melalui satelit akan tampak seperti wadah raksasa yang diapit oleh tiga buah kabupaten yaitu Wajo, Soppeng, dan Sidrap. Berdasarkan data arkeologi nasional, Danau Tempe adalah sebuah danau tektonik yang terbentuk dari proses geologis di atas lempengan benua Australia dan Asia. Di era tahun 1970-an, Danau Tempe yang merupakan muara  Sungai Walanae adalah salah satu pemasok utama kebutuhan ikan konsumsi di Jawa. Bahkan sempat menjadi sumber terbesar ikan sidat untuk kebutuhan ekspor Indonesia. Kini Danau Tempe saat kemarau, airnya menyusut sangat drastis hingga mengering dan tidak jarang menjadi sumber konflik dalam pengusahaan pertanian.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...