Tarekat Tajul Al Khalwatiyah Gowa Diberi Waktu Dua Pekan, Kapolres: Kami Fokus Cegah Konflik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA — Sekkab Gowa bersama Kajari Gowa sepakat memberikan batasan waktu selama dua pekan kepada pemimpin dan pengikut Tarekat Tajul Al Khalwatiyah dalam mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap fatwa MUI yang telah diberikan.

“Kita berikan waktu hingga pekan pertama Agustus dan akan dilakukan evaluasi,” tambah Sekda, Rabu (12/6/2019).

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya bersama Kodim 1409 Gowa dalam hal ini fokus terhadap upaya pencegahan akan adanya konflik sosial atas penyebarluasan aliran keagamaan yang telah difatwakan sesat dan menyesatkan oleh MUI Gowa.

“Kami berharap, dengan hasil kesepakatan yang telah didapatkan dalam rakor ini, Puang La’lang dapat mengembalikan kaidah-kaidah agamanya sesuai difatwakan oleh MUI,” tambah Shinto.

Dalam kesempatan tersebut, Puang La’lang pun menyatakan bersedia mengikuti pemerintah ke jalan yang benar. “Saya bersedia mengikuti pemerintah ke jalan yang benar,” katanya.

Usai rapat koordinasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa melalui Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Abd Renreng menyerahkan surat keputusan fatwa larangan terhadap aliran keagamaan dan kepercayaan Tarekat Tajul Al Khalwatiyah kepada Puang La’lang selaku pimpinan aliran Tarekat Tajul Al Khalwatiyah agar dapat dipelajari dan disesuaikan bersama para pengikutnya.

Ada pun, pelaksanaan rapat koordinasi yang digelar di Polres Gowa ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antar Pemkab Gowa dengan Polres Gowa. (ica)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...