Jalan AP Pettarani Banyak Gundukan

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Beberapa pengerjaan untuk pembuatan tol layang di Jl AP Pettarani, telah terlihat rampung. Termasuk perbaikan drainase atau pipa-pipa irigasi air.

Untuk saat ini, sedang diatur pembangunan titik penempatan tiang-tiang. Namun sebelum hal tersebut dikerjakan, ditemukan beberapa titik lokasi yang telah ditimbun tetapi masih meninggalkan gundukan atau kata lain jalanan tidak rata. Baik untuk gundukan aspal maupun tanah.

Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftahul Munir mengatakan sebelum tol selesai, jalur di Jl AP Pettarani juga diperbaiki. Minimal seperti semula, baik aspal maupun trotoarnya. Untuk gundukan jalan yang dilaporkan, mereka harus cek dahulu. Apalagi sebelum pemasangan tiang-tiang.

Kata Munir, lokasi sudah ditinjau, dari yang mengerjakan nanti akan leveling lagi. Hal seperti ini selalu koordinasi dan lapor ke Jakarta sebab kontraknya dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai regulator.

Adik Tidur, Ini Detik-detik Pemuda Begituin Teman Kerjanya

“Kalau ada keluhan pengguna jalan kami sampaikan ke yang bersangkutan sehingga bisa secepatnya diperbaiki,” ucapnya.

Dari pantauan FAJAR, Rabu, 12 Juni, titik jalan tidak rata terdapat di dekat pertigaan menuju arah Rappocini, tepat depan pom bensin. Di sana selain gundukan, ada beberapa bekas cor yang terpecah-pecah.

Sedangkan pantauan arah fly over menuju ujung Jl AP Pettarani arah Alauddin. Titik terparah ditemukan beberapa gundukan aspal di depan Pasar Tamamaung. Ini memanjang sekitar 6 meter hingga depan pertokoan gedung Suraco Building.

Di titik inilah sering terjadi kemacetan di sore hari saat pulang kantor. Bahkan sesekali terdapat air tergenang, entah dari arah selokan atau air dari pedagang di Pasar Tamamaung yang keluar hingga ke jalan.

Mahasiswa Kehutanan Unhas Buat Papan Partikel, Perekatnya Pakai Limbah Kulit Udang

Tak hanya disitu, kemudian berlanjut di depan gedung PWI hingga belokan sebelah kiri menuju Jl Abdesir, yang banyak terpajang baliho besar. Termasuk Baliho Yusuf Kalla. Di sana ditemukan cor aspal yang masih pecah-pecah, bukan hanya tak merata juga ada yang agak dalam bahkan terlihat berlubang.

Berlanjut hingga lampu merah perempatan menuju Boulevard depan gedung Sinar Galesong hingga depan gedung Dinas Sosial menuju depan Gedung Ace Informa.

Camat Panakukang, Andi Pangeran Nur Akbar mengatakan, laporan para pengguna jalan, utamanya masyarakat yang bermukim di daerah sekitar, setiap hari pada jam tertentu memang terjadi perlambatan kendaraan yang cukup panjang.

Lutfie Natsir Buka-bukaan Soal Pencopotannya, Begini Pembelaannya

“Kalau melihat jalanan yang tidak rata itu, memang kewenangan pemerintah pusat dan dikembalikan ke pusat,” ucapnya kepada FAJAR.

Pakar dan Pengamat Transportasi, Khaerat Nur mengatakan, gundukan aspal itu merupakan bagian dari jalan. Harus dilihat dari aspek teknis apakah memungkinkan diratakan.

Mengingat jalan Pettarani berada pada area yang datar. Kalau ada gundukan, bisa terjadi perlambatan arus lalu lintas, sehingga bisa menambah kemacetan.

“Pihak pelaksana proyek baiknya memperbaiki atau meratakan jalan itu, agar tidak menghambat arus lalu lintas,” ucapnya. (wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID