Partai Ini Terbanyak Loloskan Perempuan ke Senayan

  • Bagikan

Menurut Afif, faktor nomor urut memang tidak bisa dimungkiri pengaruhnya terhadap keterpilihan. Sebab, nama di urutan atas memang cenderung mudah dilihat pemilih. Namun, secara umum capaian itu tetap perlu diapresiasi.

Sidang Sengketa Pilpres 2019: Besok Dimulai

Ke depan, tambah pria asal Sidoarjo itu, kebijakan yang sifatnya afirmatif sudah harus menjadi hal yang dipahami semua orang. ’’Tidak lagi ada semacam pengkhususan kebijakan,’’ tambahnya. Target akhirnya adalah keterwakilan perempuan tidak lagi menjadi isu khusus karena perannya sudah dibuat setara.Direktur Eksekutif Puskapol UI, Aditya Perdana memperkuat argumentasi nomor urut tersebut. Berdasar data yang dikumpulkan pihaknya, 48 persen caleg perempuan terpilih adalah mereka yang memperoleh nomor urut 1. ’’Pemilih masih memilih berdasar nomor urut atas,’’ terangnya. Baik di nomor 1, 2, maupun 3.Selain faktor tersebut, keberhasilan memobilisasi jaringan kekerabatan mampu mendongkrak elektabilitas. Ditambah lagi faktor pengalaman para caleg dalam berkompetisi di berbagai jenis pemilihan.

Moeldoko: Dalam Kerusuhan Tak Ada Tim Mawar

Baik pileg maupun pilkada. ’’Pengalaman itu mampu membuktikan kemampuan mereka dalam memobilisasi dukungan pemilih.Di luar itu, Puskapol UI juga memprediksi masih ada faktor klientalisme yang digunakan sebagian caleg untuk pemenangan mereka. Bukan hanya caleg perempuan, melainkan juga laki-laki. Aspek klientalisme lebih menonjolkan upaya transaksi material dalam memobilisasi dukungan dalam pemilu.

  • Bagikan