Pasukan Assad dan Rusia Kembali Bombardir Idlib

Kamis, 13 Juni 2019 - 09:20 WIB
Vladimir Putin berjumpa Bashar Assad. (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID, DAMASKUS — Kota-kota di Idlib mulai luluh lantak. Serangan pasukan Suriah dan sekutunya, Rusia, setiap hari memakan korban belasan hingga puluhan orang.

Senin (10/6), setidaknya 25 penduduk sipil harus kehilangan nyawa akibat bom-bom yang dijatuhkan dari udara. Tujuh di antara koban tewas adalah anak-anak.

”Sebanyak 13 korban tewas berasal dari Desa Jabala,” bunyi pernyataan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) seperti dikutip AFP.

Serangan Milisi Yaman Tak Bisa Ditolelir

Jet-jet Sukhoi milik Rusia-lah yang menjatuhkan bom di desa tersebut. Sebanyak 12 lainnya adalah korban serangan di Khan Sheikhoun, Kafr Battikh, dan beberapa desa lainnya. Pasukan Rusia juga membombardir kota-kota di Provinsi Hama. Seperti sebelumnya, bom-bom itu sengaja dijatuhkan di ladang, pasar, dan permukiman penduduk.

Serangan yang dilakukan rezim Presiden, Bashar Al Assad tersebut sejatinya melanggar kesepakatan yang dicapai September tahun lalu antara Turki, Rusia, dan Suriah. Yaitu, wilayah Idlib, Hama, Latakia, dan Aleppo seharusnya menjadi zona netral dan tidak boleh diserang. Area itu merupakan wilayah kekuasaan oposisi.

Tengah Malam, Rudal dari Yaman Hantam Bandara Arab Saudi

Metode penyerangan yang dilakukan Assad saat ini serupa dengan yang dilakukannya sejak awal perang Suriah. Yaitu, menyerang penduduk sipil dengan membabi buta. Bom barel juga tetap digunakan dengan intensif. Akibatnya, jumlah korban jiwa dan luka kian membengkak.

”Semua menjadi target pengeboman. Mulai toko roti, rumah sakit, hingga pasar. Semuanya. Tujuannya adalah menghentikan pelayanan kepada penduduk sipil,” ujar dokter bedah Wasel Aljirk. Rumah sakit tempatnya bekerja kini rata dengan tanah setelah dibom pemerintah Suriah.

Sejak serangan dilakukan secara intensif akhir April lalu, setidaknya ada 24 fasilitas kesehatan yang dijatuhi bom oleh pasukan Rusia dan Suriah. Belasan lainnya ikut tutup karena takut menjadi sasaran serangan.

Incar Kursi PM Inggris, Politikus Konservatif Ramai-ramai Jelekkan Boris Johnson

Al Jazeera mengungkapkan bahwa total korban tewas sudah mencapai 1.500 orang dan separonya adalah penduduk sipil. Bom yang dijatuhkan setiap hari membuat trauma anak-anak di Idlib dan sekitarnya. Begitu ada pesawat lewat, mereka langsung menjerit dan berlarian.

PBB menerangkan bahwa lebih dari 300 ribu orang sudah melarikan diri ke area dekat perbatasan dengan Turki. Mereka bergabung dengan para pengungsi lain yang melarikan diri lebih dulu.

Salah satu tujuan mereka adalah Kota Atmeh di dekat pintu perlintasan Bab Al Hawa. Di area itu ada sekitar 800 ribu pengungsi dari berbagai wilayah di Suriah. Mereka berlindung dan membangun tenda di bawah pohon-pohon zaitun. Tak ada toilet umum atau air bersih yang mencukupi.

Buka Pintu Darurat, PIA Delay 7 Jam

Koordinator Kemanusiaan Regional PBB untuk Krisis Suriah, Panos Moumtzis menegaskan bahwa serangan Suriah di Idlib dan sekitarnya berpeluang membuat sekitar 2 juta penduduk mengungsi ke Turki. Jika itu terjadi, bakal tercipta krisis kemanusiaan yang baru. Sebab, saat ini pun Turki sudah menampung sekitar 4 juta pengungsi. Sekitar 3,6 juta di antaranya adalah warga Suriah.

Sementara itu, Rusia menampik tudingan bahwa mereka melanggar kesepakatan perjanjian damai dan sengaja menyerang penduduk sipil. Versi Moskow, mereka hanya memburu militan yang terinspirasi Alqaeda, Jabhat Al Nusra. (jpnn)