12.433 KK Terdampak Banjir di Wajo, Sebagian Memilih Bertahan di Rumah Mereka

Jumat, 14 Juni 2019 - 08:32 WIB
Rumah warga di Kelurahan Laelo Kecamatan Tempe terendam banjir setinggi tiga meter, masih ada ribuan warga di lokasi ini bertahan di tengah banjir. IMAN SETIAWAN P/FAJAR

FAJAR.CO.ID, SENGKANG–Ketinggian banjir di Kabupaten Wajo terus meningkat. Namun, masih banyak warga memilih bertahan di rumah mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo Alamsyah mengatakan, berdasarkan data yang tercatat di BPBD, sudah puluhan ribu warga terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi. Jumlahnya 45.378 jiwa atau 12.433 KK tersebar di enam kecamatan.

“Di Kecamatan Pitumpanua 5.108 jiwa, Belawa 8.694 jiwa, Tempe 13.221 jiwa, Pammana 3.865 jiwa, Sabbangparu 6.201, dan Tanasitolo 8.289 jiwa,” rinciannya, Kamis, 13 Juni.

Dari jumlah warga terdampak banjir tersebut, sedikitnya baru 227 warga atau 61 KK memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabatnya. Seperti di Tempe tertinggi 196 jiwa, Sabbangparu 16 jiwa, dan Tanasitolo 15.

Dengan merujuk data warga telah mengungsi tersebut, tentunya masih ada puluhan ribu korban banjir masih bertahan dikediamannya, jika dibandingkan dengan jumlah warga terdampak banjir yang mencapai 45.378 jiwa.

“Di Tempe saja warga masih mengungsi 196 jiwa. Sedangkan warga terdampak banjir 13.221 dengan ketinggian banjir sudah sekitar 3 meter,” tuturnya.

Ia pun berharap harap untuk pro aktif untuk memberikan informasi, saat hendak ingin dievakuasi dari kediamannya. Utamanya di Kelurahan Laelo dan Salomenraleng Kecamatan Tempe.

Warga Kelurahan Laelo, Gunawan mengaku, masih memilih dirumahnya, karena sudah terbiasa menghadapi banjir yang terjadi setiap tahunnya ini.

“Kita sudah dah pengalaman, kalau banjir sudah mencapai lantai papan rumah, kita buat lantai lebih tinggi dari bambu. Makanya kita belum ingin meninggalkan rumah,” akuinya.

Ia pun meminta kepada pemerintah untuk menyediakan bantuan bambu kedepannya. Ketiak ketinggian banjir meningkatkan kedepannya.

“Kita bambu yang paling dibutuhkan. Kita tidak boleh meninggalkan rumah, karena ada harta benda,” sebutnya. (man)

Puluhan ribu rumah warga di Kelurahan Laelo Kecamatan Tempe terendam banjir setinggi tiga meter, masih ada ribuan warga di lokasi ini bertahan ditengah banjir. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)