Aparat TNI-Polri Bergantian Pantau Perdos Unhas

0 Komentar

Tak hanya di Jakarta, kediaman hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di daerah juga jadi prioritas penjagaan. Termasuk rumah Wakil Ketua MK, Prof Aswanto.

LAPORAN: ANDI ADE AGSA, Tamalanrea

KEDIAMAN pribadi Aswanto di Perumahan Dosen (Perdos) Unhas Blog BG/30 memang terlihat biasa saja. Namun, ternyata di area ini penjagaan cukup intens. Pengamatan pihak kepolisian dan TNI terus dilakukan setiap saat.

Bahkan, kawasan Perdos Unhas, menjadi titik yang diperhatikan pihak keamanan. Tentu ini tak lepas karena persidangan di MK akan dimulai hari ini. Penjagaan malah akan ditingkatkan dengan menempatkan aparat 24 jam penuh. Keluarga inti Aswanto memang sudah tidak berada di Makassar. Rumahnya hanya ditempati adik ipar Aswanto, Surya. Namun, Aswanto juga masih sering datang. Bahkan, pada saat Lebaran, mantan Dekan Fakultas Hukum Unhas tersebut, sempat menginap di rumah ini.

Agus, salah seorang tetangga Aswanto, mengutarakan, sejak Ramadan, kediaman Aswanto terus dipantau tiap hari. “Biasa yang datang itu kepolisian. Biasa juga dari Kodim. Tukar-tukaran saya perhatikan,” terangnya.
Penjagaan ini sebutnya, lebih intens pada pemilu kali ini. Yah, wajar saja karena tensi politik cukup memanas. Apalagi, hasil pilpres dan pileg berlanjut ke MK. “Di dalam rumah sekarang, ada adik dari istri Prof Aswanto,” jelasnya.

Adik istri Aswanto, Surya Nugraha juga mengakui, saat ini aparat keamanan cukup intens melakukan patroli. “Mereka standby 24 jam,” sebutnya.
Dia menyebutkan, kondisi ini sebenarnya biasa saja karena memang seorang pejabat publik harus mendapat pengawalan. Apalagi, tugas yang diemban Aswanto tidaklah mudah. Memutus sengketa pemilu yang diajukan pihak yang keberatan dengan hasil dari KPU.

“Mulai 11 Juni kemarin kami mulai standby di sini,” ucap Panit II Sabara Polsek Tamalanre, Abdul Aziz. Dia mengaku, bukan kali pertama menjaga rumah Prof Aswanto. Pada pemilu edisi sebelumnya, lima tahun yang lalu, juga mendapat tugas serupa. Ada 9 personel yang ditugaskan. “Dibagi tiga sift per 12 jam. Tiga personel tiap sift,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama beberapa hari ini tak ada gangguan atau peristiwa yang dianggap mengancam keamanan keluarga Aswanto. “Meski begitu, kami tetap selalu siaga,” tegasnya.
Dari Jakarta, Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi telah menyampaikan pengamanan sembilan hakim konstitusi yang diperketat jelang sidang pendahuluan, Jumat, 14 Juni.

“Kami menambahkan pengamanan untuk para hakim konstitusi jelang sidang pendahuluan hasil sengketa Pemilu 2019,” ujar Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah.
Dijelaskan Guntur, pengamanan standar untuk hakim konstitusi tiap harinya adalah dua personel satuan ADC (aide-de-camp), seorang polisi patroli, dan pengawal (patwal).

“Namun, untuk kali ini ditambah berupa patroli di kediaman masing-masing hakim, serta di rumah tinggal hakim konstitusi di daerah,” ujar Guntur.
Peningkatan pengamanan terhadap para hakim konstitusi telah dilakukan sejak akhir Mei 2019 dan akan selesai pada Jumat, 9 Agustus nanti.
Sementara untuk pengamanan di gedung MK, Guntur mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan kepolisian. “Ada tiga shift pengamanan dari kepolisian, masing-masing shift terdiri dari 30 anggota polisi dan polisi wanita,” ujarnya. (*/arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...