Diduga Cemburu ke Oknum Brimob, Pemicu Oknum TNI Mutilasi Pacar

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG – Prada Deri Pramana, pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap pacarnya, Vera Oktaviana, 20, akhirnya diringkus, Kamis (13/6).

Pembunuhan kasir Indomaret di Penginapan Sahabat Mulya, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), itu diduga bermotif asmara.

Prada Deri Permana cemburu karena Vera diduga menjalin asmara dengan oknum anggota Brimob. Bahkan, Vera dikabarkan sudah berniat memutuskan hubungan dengan Deri yang sudah terjalin selama 4 tahun.

Hal itulah yang membuat Deri sakit hati. Akhirnya, Deri membunuh Vera dan memutilasinya di kamar Penginapan Sahabat Mulya.

Sebut Kalteng Menggiurkan, Ini Janji Abu Naufal kepada 32 Terduga Teroris

Prada Deri Permana (DP) yang menjadi buron selama satu bulan akhirnya tertangkap. Kini, Deri Pramana diamankan oleh tim Denpom. Hal itu dibenarkan oleh Komandan Denpom II/IV Sriwijaya, Letkol Unggul pada Kamis (13/6/2019).

“Betul sudah kita tangkap dan sedang dalam perjalanan,” kata Letkol Unggul ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dugaan Prada DP cemburu dan menghabisi Vera semakin menguat, setelah akun @BharendRezika mengungkap awal konflik antara pelaku dan korban.

Awalnya, Prada DP menuduh korban Vera dekat dengan seorang anggota Brimob.

BW Jelaskan Dugaan Kecurangan Pemilu 2019 Melalui Teknologi Informasi

Bahkan menurut @BharendRezika yang mengaku kakak sepupu korban, DP sempat menunjukkan foto si anggota Brimob.
Dia mengaku sempat ngobrol dengan korban dan Prada DP pada 17 April lalu.

Kala itu, DP sempat menunjukan foto seorang anggota Brimob yang disebutnya sebagai kekasih korban.

“Prada DP merasa cemburu saya pikir. Berapa kali adik saya mau dibawa makan pada saat itu, tapi adik saya tidak mau,” tulisnya.

“Prada DP memaksa untuk mau mengajak makan tetapi adik saya tetap tidak mau, saat itu saya berada di tengah-tengah mereka,” tulisnya lagi.

Disdik Cari Siswa Pemeran Video Mesum Jangan Ko Kasi Nyala Blitznya

Dalam tulisannya, BharendRezika juga menjelaskan almarhumah Vera Oktaria adalah orang baik semasa hidupnya.

“Pasti kalian bertanya kok bisa seorang wanita berhijab mau di bawa ke penginapan di bulan Ramadan lagi,” tulisnya dengan kalimat tanya.

“Saya terangkan kepada kalian, wanita mana yg mau dibawa ke penginapan di bulan puasa terus dia dibunuh? Wanita mana yang mau, kalau tau pasti tidak mau kan, begitu pula si korban,” katanya.

Dia menduga, pelaku membekap korban di dalam kamar hotel, sehingga tidak bisa berteriak meminta tolong.

Mandi Sore di Kantor, Gadis Ini Diperkosa Oknum Pengacara

“Pasti kalian bertanya kenapa tidak berteriak? Bagaimana mau berteriak jika posisi tengah malam, mungkin tersangka ditutup mulutnya atau gimana sehingga korban tidak bisa berkutik,” imbuhnya lagi.

Dalam tulisannya ini, Bharend Rezika sepertinya ingin menegaskan bahwa korban diajak makan saja tidak mau, apalagi sampai diajak ke penginapan.

Status BharendRezika ini banyak mendapatkan komentar. Ada yang mengungkap belasungkawa dan ada juga terlihat penasaran dan bertanya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...