Jalan Trans Sulawesi di Mangkutana Longsor, Poros Makassar Belopa Tergenang Banjir di Luwu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID –Bencana longsor kembali melanda Dusun Ambawa, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Kamis (13/6). Material longsor menutup jalan trans Sulawesi dari Mangkutana menuju batas Poso, Sulawesi Tengah.

Sopir Mobil, Sukardi mengaku tidak bisa melintas akibat gunung sepanjang jalan longsor dan menimbun jalan raya. ”Saya sejak jam sembilan pagi tidak bisa bergerak menuju Poso,”kata Sukardi. Dia mengakui jalan nasional ini tidak bisa dilalui kendaraan. Ini akibat banyaknya material longsoran yang menutup badan jalan.

“Mudah-mudahan akses jalan bisa terbuka segera dan bisa dilalui,”ujarnya. Hanya saja, longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Camat Mangkutana, Sri Mulyani mengakui, memang ada longsor di Kasintuwu. ”Alat berat sudah diarahkan memuju lokasi longsor,”kata Sri. Hanya saja pihaknya tidak menyebut berapa titik longsor yanh ada. Dia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai langsor susulan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, M Zabur Syahbani mengatakan, sejumlah personel BPBD telah diterjunkan di tempat kejadian musibah tanah longsor. ”Kita melalukan langkah identifikasi, terlenih dahulu,” tutur Zabur.

Sementara di Luwu, sejumlah daerah kembali dilanda banjir. Banjir merendam pemukiman dan jalan nasional. Ketinggian air di jalan trans Sulawesi Desa Buntu Kunyi mencapai lutim orang dewasa. Aparat dari Lantas Polres Luwu dibantu warga setempat ikut mengatur lalulintas. ”Banjir di jalan raya ini mulai pukul 11 siang. Air ini berasal dari Sungai Salubua Suli,”kata warga Kunyi, Edy.

Dia menilai banjir meluap le jalan raya ini akibat pembuangan air sudah dangkal dan menyempit di depan Pusat Ole-Ole IKM Suli. Pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk menangani kali untuk membuang air ke laut.
Sementara di Suli Barat, Larsel dan Larompong ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak banjir. Basmin bersama TNI dan Polri turun lapangan melakukan pemantauan.“Usai memantau kondisi banjir saya segera menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait ” papar Basmin dilokasi banjir di Suli.

Dirinya telah memanggil Kadis PU untuk segera melakukan langkah tanggap darurat bencana. “Saya akan upayakan jalan aspal di poros Suli khususnya yang masuk lorong akan diganti dengan jalan beton. Sebab saya melihat kondisi aspal beton sangat layak aksesnya ,dimana ketinggian jalan yang ada saat ini sudah tidak layak lagi dan harus diganti,” ungkapnya. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...