Kasus Kapal Tangkapan Posmat TNI AL Mulai Disidangkan di PN Bulukumba

Jumat, 14 Juni 2019 - 09:18 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapal Tangkapan Pos Pengamat (Posmat) TNI Angkatan Laut Lantamal VI Bulukumba yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bulukumba sudah mulai menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bulukumba pada tanggal 11 Juni 2019.

Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Lantamal VI Letkol Laut (KH) Alfian Rantung, S.H., M.H., menyampaikan sesuai dengan perintah Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han), KMN Berkah Ilahi 06 dinahkodai oleh Abdul Majid dengan jumlah ABK 6 orang (termasuk nahkoda) dengan Muatan Kerapu Hidup 30 kg telah menjalani proses penyidikan di Lantamal VI Makassar dimana berkas perkara telah dilimpahkan dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2019 Penyidik Menyerahkan Tersangka dan barang bukti kapal beserta kelengkapannya ke Kejati Sulsel oleh Kejaksaan tinggi Sulsel Perkara KMN Berkah Ilahi 06 dengan dugaan melakukan tindak pidana perikanan dan pelayaran yaitu melakukan kegiatan pelayaran mengangkut ikan kerapu hidup dari pelabuhan Benteng Kabupaten Selayar tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Untuk diketahui, Kapal Nelayan tersebut telah melanggar Pasal 98 jo Pasal 42 ayat (3) Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan Pasal 307 jo Pasal 131 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Sesuai dengan peraturan perundang-undangn tersebut nantinya Nahkoda Kapal diancam pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) serta Pasal 131 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)”, ujar Kadiskum Lantamal VI.(ama)