Polri: Ada Kemungkinan Anggota Gunakan Peluru Tajam

Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komnas HAM membeberkan ada dua orang tewas terkena tembakan peluru tajam saat kerusuhan di Jakarta 21 dan 22 Mei lalu. Kedua orang itu tewas tertembak saat rusuh pecah di depan gedung Bawaslu hingga ke Petamburan, Jakarta Pusat. Atas hal itu, muncul dugaan pelaku yang menembak adalah aparat kepolisian.

Respons Menkumham Soal Petisi Cabut Kewarganegaraan Habib Rizieq

Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, kemungkinan memang tembakan itu dilakukan aparat. Namun, bukan dari petugas yang bersiaga ketika rusuh.

Menurut Iqbal, bisa saja yang menembak adalah anggota yang tak bertugas, apalagi saat rusuh terjadi, situasi tak kondusif karena massa anarkistis hingga melakukan pembakaran di Asrama Brimob di Petamburan.

Guru Cantik Nangis Akui Ngeseks dengan Siswanya dan Minta Siswa Lain Nonton

“Bisa saja (tembakan) dari petugas, tetapi tolong dipahami, jangan diambil celah pembicaraan saya ini. Petugas itu bukan dari personel keamanan, bisa saja petugas yang diserang, dijarah, dibakar. Kan bisa saja, sedang kami dalami,” kata Iqbal di Jakarta, Kamis (14/6).

Iqbal menambahkan, hasil penyelidikan internal Polri nantinya akan disampaikan langsung Irwasum, Komjen Mochgiyarto yang ditunjuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut dugaan pelanggaran anggota di lapangan.

Selain mengusut dugaan pelanggaran anggota, tim investigasi juga akan mendalami seluruh rangkaian insiden rusuh pada 21 dan 22 Mei.

Ini Harapan Senayan dari Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mulai dari datangnya massa liar setelah aksi unjuk rasa selesai di Bawaslu, hingga penyerangan Asrama Brimob berujung rusuh di Petamburan.

“Massa perusuh ujug-ujug ke situ, dari mana dia. Sudah kami amankan, sudah ada petunjuk dan bukti, bahwa ini koneksi ke tokoh ini, dari luar daerah,” tandas dia. (jpnn)