Sebenarnya Cukong Politik itu Telah Kuasai Sulsel Termasuk Wajo

Jumat, 14 Juni 2019 - 10:43 WIB
Akbar Faizal, Anggota DPR-RI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bupati Kabupaten Wajo H Amran Mahmud baru menjabat selama 4 bulan pasca dilantik sebagai  Bupati Wajo. Akbar Faizal, anggota DPR-RI yang juga orang Wajo membuka kedok Amran Mahmud melalui sebuah tulisan yang sebenarnya untuk konsumsi group WA yang beranggotakan tokoh-tokoh Wajo termasuk Amran Mahmud sendiri tapi ternyata bocor dan viral.

Namun AF yang memang terkenal keras dan tanpa pandang bulu dalam menyikapi sesuatu ini tak mengelak percakapan yang beredar itu. “Saya gak peduli,” kata Akbar.

Menurut anggota DPR-RI terbaik versi Charta Politika ini rakyat Wajo harus tahu mereka memilih orang yang salah sebab sejak awal ternyata dipelihara oleh cukong politik yang membiayai kemenangannya sebagai bupati dan sekarang mulai menagih utang-utang politik Amran itu. Utang itu semakin bertumpuk  karena cukong ini juga membiayai dan mengelola kampanye istri Amran Mahmud saat maju sebagai caleg DPR-RI dan menghancurkan basis politik para incumben DPR-RI seperti Andi Yuliani Paris, Andi Iwan Darmawan Aras dan Akbar Faizal sendiri.

Banyak pihak yang menyebut kemarahan Akbar Faizal kepada Amran terutama karena Bupati Wajo ini dianggapnya tak tahu diri dan berbohong tentang banyak hal. “Saya tak peduli orang mau bilang apa. Emangnya saya politisi pencitraan? Emangnya saya tak boleh marah? Orang ini penipu. Titik,” tegas Akbar.

Berikut wawancara dengan Akbar Faizal lewat telepon:

Apa benar tulisan (yang beredar) itu?

Hmmmm..mungkin hahhaha

Apa alasannya?

Itu bahasa yang tepat untuk seorang pengkhianat yang melupakan kebaikan orang tanpa merasa bersalah.

Tapi khan itu bisa menurunkan level Anda yang dikenal politisi kelas atas nasional?

Saya tak butuh penghormatan dihadapan orang hina seperti itu. Sejak kapan saya jadi politisi pencitraan? Gak ada urusan. Siapa yang macam-macam gue sikat hahhaa..

Tak adakah cara lain untuk menyikapi pengkhianatanyang anda sebut?

Kita harus ubah cara kita menghadapi para penguasa palsu seperti ini yang memakai cara-cara ala barasanji dalam menyelesaikan sebuah masalah pada pemerintahannya. Maksud saya, kalau ada masalah lalu kita dikumpulkan, diajak makan-makan lalu pulang seakan tak ada masalah. Tidak bisa lagi seperti itu. Tunjukkan kesalahannya secara langsung di hadapan publik supaya dia sadar bahwa zaman sudah berubah.

Bagaimana kalau dia tidak berubah?

Dia memang takkan berubah sebab Wajo sudah dia gadaikan kepada para cukongnya saat pilkada. Makanya dia menang. Nah… sekarang dia harus membayar semua utang-utangnya itu. Anda tahu kan saya menolak menerima cara-cara itu dan akan tunjukkan bahwa dia tak lagi bisa menipu warga. Setidaknya dia tak merasa terhormat di hadapan kita semua sebab dia memang tak layak untuk merasa terhormat. Itu sudah lebih dari cukup. Apa gunanya jadi bupati kalau kita tak punya harga di hadapan rakyat? Soal hukum atas berbagai pelanggaran yang ada biar mekanisme hukum pula yang bekerja. Tunggu saja!

Anda juga melaporkan beberapa dugaan korupsi di beberapa kabupaten lain?

Saya mohon maaf selama 10 tahun di DPR tidak memberi perhatian dan pengawasan yang cukup pada pelaksanaan pembangunan di Sulsel. Saya pikir baik-baik saja. Mungkin pula karena saya terlalu menjaga nama baik Sulsel sehingga tak ingin ada bupati atau pejabat Sulsel yang tersangkut masalah sebab mereka juga teman-teman saya. Saya salah sebab ternyata parah situasinya. Saya mendapat dokumen dari para pihak terkhusus dari BPK, BPKP dan Inspektorat serta banyak laporan dari masyarakat. Saya mohon maaf akan hal itu. Tapi tak ada kata terlambat ketimbang tidak melakukannya sama sekali. Jika ada pihak yang menyebut data saya dangkal, mungkin saja benar. Tapi saya dapatkan dari lembaga resmi yang ditunjuk oleh negara. Akan lebih baik lagi jika data saya yang mereka sebut dangkal itu mereka perdalam. Tak perlu merasa isu korupsi milik dan menjadi domain  sendiri. Saya akan mengajak semua pihak untuk mulai sekarang mengubah cara dan metode dalam posisi sebagai rakyat yang menjadi obyek pembangunan. Rakyat harus menagih janji-janji politik mereka yang terpilih dan laporkan ke penegak hukum jika ada penyalahgunaan kewenangan. Tugas mereka adalah melayani rakyat, bukan sebaliknya.

Siapa saja yang Anda laporkan itu dan kemana saja laporannya?

Banyak. Bulukumba, Barru, Soppeng, Palopo, Luwu, Sidrap, Pangkep, Wajo, Parepare, dll. Dalam rapat terakhir dengan KPK dan juga saat Raker dengan Jaksa Agung di Komisi 3 beberapa waktu lalu sudah saya angkat masalah cukong politik ini. Saya bahkan meminta KPK untuk standby di Sulsel karena situasinya sudah mengkhawatirkan. Mulai dari proyek infrastruktur hingga pengadaan Alkes dikuasai para cukong ini dan membuat para pemimpin formal di daerah ini tak bisa berbuat apa-apa sebab sibuk melayani cukong-cukong ini yang meminta terlalu banyak.

Di Pangkep, misalnya, monopoli bisnis dikuasai oleh keluarga penguasa lokal. Mulai dari pupuk hingga bisnis-bisnis yang ada di Semen Tonasa. Harusnya ada audit terhadap bisnis-bisnis BUMN ini dengan mereka. Kabarnya, keluarga Bupati Pangkep ini juga sedang menyiapkan calon bupati penggantinya dari keluarga mereka juga seakan daerah ini milik pribadi mereka saja dan rakyat hanya mengontrak. Belum lagi di Soppeng atau Barru dimana bupatinya menolak kehadiran wakil bupati agar bisa seenaknya memerintah tanpa hambatan dan itu pelanggaran UU. Masalah mulai terkuak dari daerah ini seperti pengadaan buku di 25 sekolah dan pengadaan di RSUD Latemmalala Watansoppeng atau kasus Pasar Cabbenge. Atau di Bulukumba yang sebentar lagi naik status penyidikan di Pidsus Kejati Sulsel yang akan disusul dengan penetapan Tersangka pada kasus pengairan dan melibatkan bupatinya sebagai calon tersangka utama.

Kasus yang melibatkan Bupati Barru saat menjabat sebagai Kadis PU di Kabupaten Pinrang yang mengendap lama sejak 2011 lalu dan itu temuan BPK/BPKP juga harus diselesaikan segera untuk terjaminnya sebuah equality before the law atau persanaan dihadapan hukum. Pasalnya, pelaku lainnya sudah divonis dan menjalani hukuman. Yang saya maksud adalah kasus runtuhnya jembatan di Pinrang sebulan setelah diresmikan saat Bupati Barru ini menjadi Kepala Dinas PU disana. Juga kasus-kasus Bansos di Sidrap hingga skenario melahirkan Perda Penghapusan Aset. Saya baru mendengar ide seperti penghapusan aset ini. Super cerdas hahhahaha…. Dan masih banyak yang lainnya.

Katanya ACC Sulsel punya 92 kasus yang telah dilaporkan kepada Polri, Kejaksaan dan KPK tapi lalu mengendap. Sikap Anda?

Mereka tak pernah mendatangi saya selama 10 tahun di DPR dan memberikan data-data mereka yang versinya cukup dalam alias tidak dangkal seperti kata mereka. Tapi, intinya, kita lakukan cara dan metode yang baru sebagai rakyat di hadapan penguasa-penguasa lokal ini. Kita harus meminta pertanggungjawaban mereka secara riil dan ketat. Cara lama harus kita tinggalkan.

Anda juga mengangkat kasus penyalahgunaan dana desa oleh ratusan kades di Dapil Anda?

Saya yang bikin UU Desa ini. Saya tahu dari A-Z bagaimana modus penyalahgunaannya. Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi di desa karena Dana Desa ini dikorup oleh banyak Kades. Lihat saja gaya hidup mereka yang tiba-tiba punya mobil, rumah mewah dan gemar jalan-jalan ke Jakarta, Bali bahkan Singapura. Sebenarnya Polres dan Kejari tak perlu repot-repot mencari data tentang mereka sebab telanjang didepan mata koq. Presiden memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengejar dana desa yang diselewengkan.

Kami dengar banyak yang merasa terganggu dengan sikap Anda?

Iya.. Hhahaa.. Bahkan mereka menggunakan jaringan mafia anggaran di Jakarta dan DPR untuk memindahkan saya dari Komisi 3. Lucu bener Hahhahaa.. Mereka lakukan segala cara untuk membuat saya diam. Saat saya bongkar kasus Bank Century dulu saya justru duduk di Komisi V, bukan di Komisi 3. Aneh-aneh mereka ini. Dan saya sudah tahu siapa saja mereka. Mereka-mereka ini jaringan mafia proyek anggaran DAK di APBN. Tunggu saja salah satunya keciduk KPK dan seluruh jaringannya tergulung habis hahhaha..

Banyak yang menyebut Anda dendam politik sehingga bersikap sangat keras seperti ini di Sulsel. Sebelumnya tak pernah ada yang mengambil cara dan sikap politik seperti Anda.

Masa bodoh. Mereka memang sedang mengalihkan isunya dan berharap kita melupakan substansi masalah yakni penguasaan cukong terhadap kekuasaan di daerah-daerah ini. Harap dicatat ya.. Jika sebelumnya cukong politik hanya mengendalikan bupati pada Pilkada, sekarang ini sudah mengendalikan beberapa anggota DPR dari kabupaten hingga pusat. Mereka memodali banyak caleg yang kemudian terpilih. Saya punya daftarnya. Dan ini tidak hanya di Sulsel tapi merata di seluruh Indonesia. Fenomena istri atau keluarga dekat bupati yang terpilih sangat luar biasa di periode 2019-2024 ini. Perolehan suara  keluarga dekat penguasa lokal ini sangat besar. Ya.. Sudah. Biarkan rakyat melihat kinerja mereka nanti. Ada yang terpilih tiga periode tapi tak pernah terdengar apa yang dilakukannya di DPR. Justru kasus yang kita dengar dari beberapa orang ini hehehhee..

Kembali ke soal chat Anda tentang Bupati yang bocor itu viral?

Saya gak peduli hahhaa. Saya bosan berbasa-basi. Kita sudah lama terjebak pikiran keliru yang sering menyalahkan pihak yang berbicara jujur tapi diluar kebiasaan komunal. Sebaliknya, kita memberi apresiasi dan merasa bangga menjadi bagian dari orang-orang bermasalah ini. Aneh betul. Itu harus dihentikan.

 

Kabarnya Bupati Wajo itu santai-santai saja menanggapi soal itu?

Saya gak heran. Orang tak tahu rasa malu memang begitu. Tapi saya dengar dia sudah tidak fokus. Pimpin rapat sambil bengong hahhaa. Mungkin membayangkan besarnya utang politik yang harus dibayar.

 

Apakah berniat bertemu langsung dengan Bupati?

Sekali lagi jangan lari dari substansi masalah. Saya bicara tentang perilaku seorang bupati yg telah menyerahkan nasib dan masa depan ratusan ribu rakyat Wajo kepada cukong atau pemodalnya. Semua tahu itu koq. Dan saya marah karena itu. Emangnya dia bisa menipu semua orang? Nggak la yauw.. Soal dia adalah orang tak tahu diri sudah dibantu, itu kesalahan saya yang terlena dengan gayanya selama ini. Biar saya selesaikan masalah itu dengan dia langsung. Salah piccai kawan ini hahhaa..

Tidakkah bupati ini sudah melakukan banyak hal?

Beritahu saya apa yg dilakukan setelah dilantik 4 bulan lalu? Justru dia kebingungan sebab cukongnya sudah menagih. Ini saja Wajo banjir besar tapi dia bersama Gubernur Sulsel malah ke Belanda meninggalkan warganya. Kabarnya, disana studi banding soal pengadaan air bersih meski dipemberitaan mereka promosi biji kopi sulsel. Gak jelas yang mana yang benar. Tapi bagi saya ini omong kosong. Mereka cuma jalan-jalan. Lihat saja nanti. Saat masa jabatannya sudah habis  tapi warga kota Sengkang tetap saja menderita dengan pasokan air yang bermasalah sejak puluhan tahun lalu. Takkan ada perubahan sebab realitasnya pemda hanya menyusu ke pusat. Tak ada kemampuan untuk mandiri secara anggaran.

Kabarnya Anda sakit hati saat Pileg lalu?

Emangnya saya tidak boleh sakit hati? Dan sekali lagi saya bukan politisi yang suka pencitraan. Ditipu habis oleh Bupati ini lalu pura-pura saya merasa baik-baik saja dan seakan tak terjadi apa-apa. Preeet… Saya berbeda dengan orang lain yang sok arif dan bilang bisa maklum padahal ditipu mentah-mentah oleh orang ini. Semua pimpinan parpol di Wajo marah karena ditipu habis olehnya. Saya tunjukkan sikap secara terbuka supaya orang tahu siapa dia dan tidak lagi memberi hati kepadanya. Masak baru saja dipilih jadi bupati dan dibantu oleh banyak orang lalu tiba-tiba memaksakan pula istrinya jadi anggota DPR. Kata orang Wajo, koq semua mau diambil? Parahnya sekarang ini adalah dia hanya mau mendengar dan mengabdi kepada cukong-cukong yang membiayainya jadi bupati? Nilai utama dari politik itu ada etika. Jika itu tak kau miliki maka kau hanya sampah. Dan orang ini tak punya etika.

Kabarnya beberapa bupati yang anda kritisi dan laporkan adalah orang Nasdem juga?

Lalu apa masalahnya? Justru saya ingin membersihkan partai yang kami dirikan ini dari orang-orang bermasalah ini. Nasdem partai bersih dan dibangun dari sebuah ide besar bernama Restorasi, cara pandang baru tentang Indonesia. Saya marah jika partai saya dijadikan tempat berlindung oleh orang-orang ini dari berbagai masalah hukum mereka. Enak aja hhehhee… (*)