Tanggap Bencana Banjir di Sultra, Telkom Serahkan Bantuan

Jumat, 14 Juni 2019 - 13:03 WIB

FAJAR.CO.ID, KENDARI — Bencana banjir bandang di Konawe, Konawe Utara dan beberapa titik lainnya di wilayah Sulawesi Tenggara merendam puluhan kecamatan di Konawe & Konawe Utara, beberapa diantaranya bahkan masih terisolasi. Di Konawe Utara saja, banjir telah menghanyutkan 108 rumah, merendam 1.235 rumah dengan lebih dari 5100 jiwa terdampak.

Tanggap terhadap kejadian ini, unit Community Development Center (CDC) PT Telkom bergerak cepat menyiapkan bantuan. Telkom segera mengutus langsung Siti Choiriana, Direktur Consumer Service untuk menyerahkan bantuan bagi korban bencana banjir Konawe Utara.

Kamis sore, 13 Juni 2019, bertempat di Korem 143 Haluoleo yang saat ini difungsikan sebagai posko induk penggalangan bantuan, Siti Choiriana telah menyerahkan bantuan Telkom Peduli, didampingi oleh Aris Dwi Tjahjanto, Executive Vice President Telkom Regional 7 dan Alimuddin, General Manager Witel Sultra. Bantuan yang diterima oleh Ir. H. Boy Irwansyah, kepala pelaksana BPBD Sulawesi Tenggara bernilai total Rp 100 juta dan disampaikan dalam bentuk natura yang disesuaikan dengan kebutuhan korban terdampak banjir.

“Semoga bantuan kami ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang terdampak bencana. Apa yang kami berikan ini adalah wujud kepedulian Telkom kepada masyarakat termasuk di Sultra,” Anna menyampaikan.
Sebelumnya dalam perjalanan dari Bandara Haluoleo, Direktur Consumer yang akrab dipanggil Anna ini, menyempatkan diri meninjau lokasi bencana dan lokasi pengungsian korban banjir di Kali Wanggu.

Keinginan untuk mengunjungi langsung lokasi Konawe Utara & Konawe terpaksa harus diurungkan karena akses jalan yang masih terputus.

Bencana banjir Sultra ini telah mengakibatkan terganggunya jaringan backbone fiber optic Telkom yang mencatu beberapa BTS Telkomsel di Kolaka Timur.. Dalam waktu kurang dari 4 jam gangguan ini telah dapat diatasi. “Komunikasi seluler pelanggan Telkomsel maupun pelanggan indihome kami saat ini bisa dikatakan telah normal kembali” demikian Anna menutup pembicaraan. (ama)