Berhadapan dengan Kapitalisme, Kader Pemuda Muhammadiyah Harus Kuat Memegang Prinsip

Sabtu, 15 Juni 2019 - 16:58 WIB
Para pembicara pada diskusi yang berlangsung di Studio Mini Harian FAJAR.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Era digital saat ini semakin memudahkan informasi. Demikian halnya dengan semakin mudahnya transaksi ekonomi. Sayangnya, era ini semakin menguatkan kapitalisme. Untuk itu, kader Pemuda Muhammadiyah dituntut agar lebih kuat dalam memegang prinsip dan jangan cengeng.

Itu mengemuka dalam Dialog Pra Muswil Pemuda Muhammadiyah Sulsel yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di Studio Mini Harian FAJAR, Sabtu, 15 Juni 2019, sore ini.

Para pembicara yang hadir masing-masing Andi Muhammad Ilham (Komisi Informasi Sulsel), Arqam Azikin (Pengamat Politik dan Kebangsaan Unismuh), Abdul Rachmat Noer (Profesional), dan Syamsul Ardi (mubaliq). Kasri Riswadi bertindak sebagai moderator pada diskusi yang dihadiri puluhan kader Muhammadiyah yang memadati ruang kegiatan.

Arqam Azikin mengaku belajar berorganisasi berkat pengkaderan di Muhammadiyah. Menurutnya, ada tiga tokoh Muhammadiyah yang mesti jadi inspirasi bagi pemuda. Yaitu Jenderal Sudirman, KH Ahmad Dahlan, dan Soekarno.

Bagi Andi Muhammad Ilham, era digital yang semakin memudahkan saat ini tentu punya pengaruh. Bisa positif dan bisa pula ke arah negatif. Menurutnya, kehadiran Muhammadiyah yang sudah ada sebelum lahirnya Indonesia tentu punya peran penting.

Saat ini, masih sangat dibutuhkan peran pemuda untuk perbaikan bangsa. Mengutip ayat Alquran, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri mengubah nasibnya.

Sementara, menurut Syamsul Ardi, Pemuda Muhammadiyah selayaknya mencontoh kekompakan semut. Mereka punya insting dan kerja sama yang sangat baik.

Ada pun Abdul Rachmat Noer berpandangan, pemuda harus menjadi pelopor dalam kemajuan teknologi informasi. Segala sesuatu saat ini telah serba digital, karena menginginkan kecepatan. Oleh karena itu, Pemuda harus mampu beradaptasi dan selalu membekali diri untuk perubahan tersebut.

“Pemuda Muhammadiyah harus selalu mempersiapakan diri dalam kontestasi dan peran kebangsaan. Itu karena moral dan kompetensinya sudah teruji,” tandasnya. (sam)