Kredit Perbankan Diprediksi Stagnan, Perbaikan Ekonomi Tanpa Optimisme


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah memperkirakan penyaluran kredit perbankan pada tahun depan tumbuh berkisar 12-14 persen. Tahun lalu, kredit perbankan tumbuh sebesar 12,9 persen.Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, melihat proyeksi tersebut terlalu semangat tanpa melihat indikator-indikator lainnya yang saat ini tengah terjadi.”Menurut saya, target tersebut terlalu optimis mengingat prakiraan indeks lending standard triwulan II-2019 sebesar 12,4 persen, lebih rendah dibandingkan dengan 13,6 persen pada triwulan sebelumnya,” ujar Tauhid Ahmad kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (14/6).Lanjut Tauhid, hal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang belum begitu menggembirakan pada tahun 2019 dan berlanjut pada 2020.Apalagi, kata dia, survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 11,6 persen.”Ini artinya secara keseluruhan kalangan perbankan belum optimis ekonomi semakin membaik,” ucap dia.Oleh karena itu, Tauhid, memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan akan tetap berada pada level 11-12 persen. Menurut dia, hal ini bisa dilihat dari sektor riil pada tahun 2020 yang masih dibayangi perekonomian yang sulit, melemahnya investasi serta ekspor yang menurun.”Di samping penurunan permintaan yang terjadi secara global maupun harga komoditas yang masih rendah,” tutur Tauhid.Untuk aset perbankan, Tauhid tidak yakin akan sesuai target pemerintah sebeasr 13-15 persen di 2020. “Prediksi aset perbankan ini jauh sekali dari realisasi dalam empat tahun terakhir,” kata Tauhid.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar