Mobil Terjun ke Jurang 35 Meter, Purnomo : Ya Allah, Awas-awas,

Sabtu, 15 Juni 2019 - 12:37 WIB
NYUNGSEP KE KEBUN KOPI: Mobil Suzuki Ertiga P 1781 VX yang disopiri Purnomo Brilianto, 36, masuk ke jurang sedalam 35 meter yang juga kebun kopi milik warga.

FAJAR.CO.ID,JATIM–Purnomo Brilianto masih syok. Pakaian yang dikenakannya basah dan penuh lumpur. Pagi kemarin masih mendung (sehabis hujan deras), sebuah kain kering dia kalungkan menutupi kepala. Hanya terlihat wajahnya.

Pria 36 tahun yang tinggal di kawasan Jalan Rungkut Industri, Surabaya ini juga tak terlalu banyak bicara. ”Saya takut dimarahi juragan (pemilik mobil yang disopirinya, Red),” jelasnya, lirih.

Sebab, dia hanyalah sopir yang disuruh oleh Endang, warga Tegaldlimo, Banyuwangi, untuk menjemput lima keluarganya di Bandara Juanda Surabaya.

Pulang dari bandara, Purnomo Brilianto mengalami kecelakaan hebat di jalur Gumitir, tepatnya di Km 36 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo, pada Jumat (14/6) pukul 04.00 pagi kemarin.

Mobil Suzuki Ertiga P 1781 VX yang disopirinya terperosok ke dalam jurang sedalam 35 meter. Ajaibnya, dia dan lima orang penumpangnya selamat dan hanya lecet-lecet kecil.

Petaka itu bermula ketika dalam perjalanan menuju Tegaldlimo, Banyuwangi, dini hari kemarin, hujan deras terjadi di jalur Gumitir. Karena barang-barang (koper) milik penumpang diletakkan di atas kap mobil, dia berinisiatif memindahkannya ke dalam mobil. ”Barangnya banyak. Agak sesak nggak apa-apa, asal (koper) tidak basah,” ujarnya.

Purnomo pun menghentikan mobilnya di depan warung Fajar, Gumitir, yang kebetulan jalannya menurun. Mesin pun dia matikan. “Saya berhenti di jalur kiri. Hujan makin deras, seluruh koper dipindah ke jok depan sebelah kiri,” ujarnya.

Selesai memasukkan seluruh koper, rombongan siap melanjutkan perjalanan kembali. Purnomo menghidupkan mesin mobil. Tiba-tiba-saja, begitu rem tangan dia lepas, mobilnya langsung melaju dengan sendirinya. Rupanya, rem mobil blong. Mobil dengan lima penumpang itu keluar jalur ke kanan.

Mobil Ertiga Purnomo makin tak terkendali. Sadar di kawasan tersebut jalan berliku dan penuh jurang, Purnomo yang panik spontan mengingatkan penumpangnya.

”Saya berteriak: Ya Allah, Ya Allah. Awas-awas, cekelaaaan (pegangan, Red),” jelasnya.

Benar saja. Di sebuah jalan menikung, mobil yang berjalan lurus itu langsung nyelorot ke jurang sedalam 35 meter. Menurut Purnomo, saat melaju ke jurang yang di bawahnya penuh tanaman kopi, mobilnya menabrak sebuah pohon. Mobil pun berputar arah. Sebelum berhenti di dasar jurang, mobil meluncur dalam posisi mundur. ”Bagian moncong menabrak pohon yang ada di bawah jurang,” ujar Purnomo kepada RadarJember.id.

Beruntung, dia sendiri sempat memasang sabuk pengaman. “Saya nggak tahu lagi, lima penumpang saya itu bisa selamat atau tidak. Karena kondisi gelap saat mobil di jurang,” ujarnya. Saat mobil terjun, kondisi Gumitir memang hujan. Belum lagi di sekitar lokasi yang berkabut tebal.

Beruntung, saat mobil ‘nyelorot’ keluar marka ke kanan, tidak ada kendaraan dari arah berlawanan. Sehingga tidak terjadi kecelakaan dengan kendaraan lain. (jpc)