Inovatif, Mahasiswa Unhas Ciptakan Papan Partikel Serap Polusi

2 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Mahasiswa Unhas membuat papan partikel yang mampu menyerap polusi. Inovasi ini adalah yang pertama dibuat.

Ketiga mahasiswa ini mendapatkan dana langsung dari Tanoto Student Research Award 2018 dan dibimbing langsung oleh pakar Binderless Particle Board yaitu Dr. Suhasman. Mereka adalah Ainun Ade Putri K, Miftahul Jannah, dan Bulkis.

Peserta SBMPTN Ini Kehilangan Rp127,5 Juta

Ainun mengatakan bahwa papan partikel mereka adalah inovasi pertama dari segi kualitas dan kemampuannya.

Sekarang, memang sudah banyak inovasi papan partikel mulai dari bahan baku serbuk kayu atau bahan berlignuselulosa, proses pembuatan, bahkan perekat yang sudah berasal dari alam.

“Belum pernah ada terlaporkan bahwa papan partikel mampu menyerap polusi. Itulah kami bekerja sama untuk menciptakan papan tersebut,” ungkap Ainun sebagai ketua tim.

Pengendara Motor Onani Saat Lihat Perempuan Hendak Menyeberang

Pembuatan papan partikel ini sangat detail diperhatikan oleh tim. Pertama, mereka harus melakukan preparasi bahan baku serbuk kayu dengan ukuran yang seragam.

Lalu melakukan preparasi bahan kembali pada daun lidah mertua yang akan diekstraksi menggunakan metode maserasi. Terakhir membuat papan partikel yang dicampurkan ekstrak lidah mertua. Istimewahnya lagi ternyata papan ini tidak menggunakan perekat sama sekali.

Dewan Adat Cabut Status Andi Kumala Idjo sebagai Plt Raja Gowa

“Kami membuat papan partikelnya tidak menggunakan perekat karena perekat inilah yang menjadi sumber polusi di dalam ruangan. Papan partikel tanpa perekat lebih akrab didengar dengan sebutan Binderless particle board,” ujar Ainun.

Papan ini mampu digunakan menjadi bahan baku pelapis dinding, plafon, bahkan hanya sekedar peralatan yang ada di dalam rumah seperti tempat tisu, tempat pensil, rak buku dan hiasan dinding dengan berbagai corak yang berasal dari jenis kayu yang digunakan. Besar harapan Ainun agar papan mereka mampu dikonvensionalkan oleh industri

Rp268 Miliar DAK Wajo Terancam Hangus

Penelitian ini kami kerjakan bukan hanya sekadar melakukan kompetisi atau hanya menghasilkan data.

“Tapi kami ingin menmbuat penelitian terapan yang suatu saat akan dilirik oleh industri untuk diproduksi dan dipasarkan agar tujuan sejati dari sebuah penelitian terwujud yaitu untuk kemaslahatan manusia,” tutup Ainun. (ham)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...