Presiden Asosiasi Sepak Bola Spanyol Diselidiki Terkait Korupsi dan Match Fixing

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MADRID—Presiden Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales akan diselidiki sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap korupsi di La Liga. Itu menyusul laporan di akhir musim 2018-19 bahwa terjadi match fixing yang melibatkan Valencia CF, Huesca, Nastic dan Real Valladolid.

Menurut laporan di Marca akhir pekan ini, hakim ketua investigasi Angel de Pedro telah menyusun dokumen 1.000 kata tentang kasus ini, dengan Rubiales telah diperiksa. Rubiales tidak secara langsung diselidiki untuk aktivitas taruhan, tetapi untuk penyimpangan yang lebih luas yang telah ditemukan dalam penyelidikan.

Dia sedang diperiksa oleh polisi Spanyol dan sistem peradilan, di tengah tuduhan lain bahwa dia terlibat dalam kesepakatan tidak resmi antara penulis olahraga Jose Antonio Marin (Peton), mantan presiden klub Huesca, Agustin Lasaosa dan mantan presiden Federasi Sepak Bola Aragon (FAF) Oscar Fle.

Menurut dokumen pendahuluan dari penyelidikan, ada klaim bahwa ‘Peton’ setuju untuk menulis buku tentang sejarah RFEF. Tuduhannya adalah bahwa perjanjian ini tidak secara resmi diratifikasi oleh RFEF, dan pada gilirannya oleh Rubiales, yang memungkinkan kesepakatan untuk disetujui secara tidak resmi.

Sejauh ini, Peton adalah satu-satunya orang yang dihubungi mengenai tuduhan itu dan ia membantahnya. “Sebuah lapangan baru dijanjikan kepada Huesca oleh RFEF empat tahun lalu. Tapi meskipun ada janji, itu tidak pernah dibangun. Rubiales juga berbicara dengan saya melalui telepon, dan dia mengkonfirmasi dia mengetahui tawaran itu, tetapi mereka tidak memiliki anggaran untuk itu. Saran bahwa FAF diberikan perlakuan istimewa atas proyek Huesca, oleh RFEF, salah,” tegasnya. (Football Espana/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...