Tiga Tarekat Khalwatiyah Dukung Fatwa MUI, Soal Sesatnya Tajul Khalwatiyah Puang La’lang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebelum keluarnya fatwa MUI terkait kesesatan Tajul Khalwatiyah pimpinan Puang La’lang, tiga Tarekat Khalwatiyah lainnya lebih dahulu dimintai pendapat. Ketiga perhimpunan tarekat itu pun menyampaikan pandangan yang sama terkait kesesatan Tajul Khalwatiyah.

Itu tertulis dalam Keputusan Fatwa MUI Gowa tahun 2016. Sekretaris Umum Jam’iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makkasariy, Dr KM Mahmud Suyuti MAg, mengatakan, ada perbedaan mendasar dan tak bisa ditolerir dari Tajul Khalwatiyah pimpinan Puang La’lang. “Sebab, beberapa ajaran mereka sangat bertentangan dengan hadis nabi,” katanya kepada FAJAR.CO.ID, Minggu (16/6/2019)

Mahmud Suyuti membeberkan, berdasarkan data yang ada di Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Sulsel, setidaknya ada empat tarekat di Sulawesi Selatan yang menggunakan nama Khalwatiyah. Yaitu:

  1. Khalwatiyah Yusuf, yaitu tarekat yang dibawa dan dinisbatkan kepada Syekh Yusuf Al-Makassary. Di antara mursyidnya saat ini adalah Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka yang tinggal di jalan Baji Bicara.
  2. Tarekat Khalwatiyah Samman yaitu tarekat yang dinisbatkan kepada Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani. Pusat penyebarannya ada di Patte’ne, Leppakomai, Turikale, Parangki, dan Pangkasalo.
  3. Tarekat Khalwatiyah Yusufiyah yaitu tarekat khalwatiyah yang diturunkan melalui jalur keturunan. Salah seorang mursyid tarekat ini adalah Syekh Sahib Sultan Karaeng Nompo yang tinggal di jalan Kacong Daeng La’lang Sungguminasa.
  4. Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf. Tarekat ini menisbatkan diri kepada Syekh Yusuf Al-Makassari. Tarekat ini berpusat di Bolangi dan pimpinannya bernama Puang La’lang.

“Nomor 1, 2, dan 3 termasuk dalam kelompok Tarekat mu’tabarah. Yang berarti sah dan diakui kebenarannya. Sedangkan yang nomor 4 ghairu mu’tabarah atau belum diakui kebenarannya,” urai Mahmud Suyuti.

Setidaknya, lanjut Ketua Umum Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Sulsel ini, ada dua alasan utama mengapa tarekat Tajul Khalwatiyah termasuk dalam kategori ghairu mu’tabarah.

Pertama, tidak memiliki sanad yang muttshil atau silsilah keilmuan yang bersambung hingga kepada Rasulullah Muhammad saw.

“Mereka mengklaim punya silsilah, tapi silsilah yang mereka miliki diragukan karena tidak jelas sumbernya. Kedua, beberapa ajaran mereka bertentangan dengan akidah dan syari’at,” urainya. (sam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...