6 Fakta Pencabulan Pimpinan Ponpes Terhadap Santri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALI–Seorang oknum pimpinan yayasan panti asuhan di Kabupaten Buleleng berinisial K, diduga mencabuli seorang perempuan yang juga anak asuhnya atau santrinya.

Kasus itu kini tengah ditangani penyidik unit PPA Polres Buleleng. Berikut fakta-fakta yang dikuak yang perlu Anda tahu.

1. Dari hasil pemeriksaan sementara, kasus yang dialami korban sudah berlangsung bertahun-tahun.

MK Punya Aturan Periksa Saksi Melalui Telekonferensi

2. Pelaku berinisial K sering memaksa menyetubuhi korban. Biasanya pelaku menyetubuhi korban pada malam hari, saat anak asuh lainnya sudah terlelap.

3. Korban tak berani melawan saat diancam karena korban takut dikeluarkan dari yayasan. Terlebih korban berasal dari keluarga tidak mampu.

Waspada, Dikabarkan Ada Bakteri Air Minum Kemasan dari Malaysia

4. Tak kuat terus menerus menjadi korban pencabulan, korban bersama beberapa kawannya di panti, memilih keluar.

5. Dari hasil penyelidikan sementara, korban ulah pimpinan yayasan panti asuhan ini bukan hanya satu orang, tapi banyak.

Respons Menkumham Didesak Mundur Gara-gara Novanto

6. Laporan terbaru, korban trauma berat dan saat ini tengah dirawat di sebuah rumah aman untuk mengembalikan kondisi psikisnya yang sangat terguncang.

Menurut Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, polisi akan berhati-hati dalam menggali keterangan dari korban.

Ikuti Jejak Bali United, PSM Siap Go Public

“Nanti ada pendampingan dari psikolog biar korban ini tidak trauma. Supaya bisa memberikan keterangan terkait apa yang dialami,” katanya.

Terlebih aksi pencabulan itu sudah berkali-kali diterima korban, dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...