Bungkam Soal Diperiksa KASN, Pakar Pemerintahan : Sebaiknya Kinerja Kepala BKD Sulsel Segera Dievaluasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Syahrun diminta tidak bungkam soal rencana pemeriksaan dirinya oleh Komisi Apararur Sipil Negara (KASN) terkait pencopotan Lutfie Natsir sebagai Kepala Inspektorat. Pakar menilai, jika tetap bungkam itu artinya BKD tidak bekerja secara profesional.

Pakar Pemerintahan Unismuh, Andi Luhur Prianto mengatakan, sebenarnya BKD yang paling otoritatif soal urusan dan dinamika kepegawaian di lingkup Pemprov.

“Tugas dan kewenangan BKD tidak boleh disabotase institusi lain. BKD juga harus transparan memberikan penjelasan kepada publik perihal promosi dan demosi ASN,” ujar Luhur, Selasa (18/6/19).

Menurut Ketua Jurusan Ilmu Pemerinyahan Fisip Unismuh itu, otoritas BKD tidak boleh dikerdilkan dalam urusan-urusan kepegawaian di lingkup Pemprov. Oleh siapapun itu. “Termasuk oleh pimpinan BKD sendiri. Institusi BKD harus bekerja transparan dan objektif, terutama menyikapi sikap dan keputusan pimpinan,” lanjutnya.

Kata Luhur, sikap pimpinan BKD yang tertutup menyikapi keputusan pimpinan, hanya akan menurunkan wibawa institusi. Tentu juga berdampak pada psikologis bagi pejabat yang dimutasi.

“Untuk menghindari kejadian yang sama berulang di masa datang, sebaiknya kinerja Kepala BKD ini segera dievaluasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Asisten Komisioner KASN, Andi Abubakar, menyampaikan terkait rencana pemeriksaan kepala BKD. Menurutnya, KASN menerima laporan atas pencopotan Lutfie yang dilakukan secara mendadak.

Sementara itu, Kepala BKD Sulsel, Asri Syahrun selalu bungkam terkait rencana pemeriksaan tersebut. (iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...