Cek Diabetes, Mahasiswa Unhas Manfaatkan Data Mining

Selasa, 18 Juni 2019 - 18:51 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin, melakukan penelitian menggunakan teknik data mining. Itu untuk menggali informasi berharga dari hasil rekam medis pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin.

Ketiga mahasiswa itu yakni Dewi Rahma Enteselaku (ketua), dan Samsul Arifin yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Andreza dari Fakultas Kedokteran Unhas.

Mereka adalah TIM PKM bidang Penelitian dengan judul penelitian “Klasifikasi Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Algoritma C4.5 Studi Kasus RS Unhas)”

Andreza menyebutkan, penelitian ini didanai oleh Ristekdikti di bawah bimbingan Sri Astuti Thamrin,S.Si.,M.Stat.,Ph.D selaku dosen di Fakultas MIPA.

“Pada penelitian ini, menggunakan pendekatan Decision Tree dengan Algoritma C4.5 untuk mengklasifikasikan data pasien kedalam tipe penyakit diabetes melitus,” ujarnya, Selasa, 18 Juni 2019.

Ketua Tim Penelitian, Dewi Rahma Ente menjelaskan, alasan dibalik melakukan penelitian ini karena peningkatan jumlah penderita DM itu biasanya disebabkan oleh keterlambatan penegakan diagnosis penyakit tersebut.

Pasien sudah meninggal akibat komplikasi sebelum adanya penegakan diagnosis. Salah satu penyebab keterlambatan penegakan diagnosis adalah banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap pilihan-pilihan yang ada atau beragamnya variabel.

Oleh karena itu, diperlukan suatu prediksi yang dapat menjadi alat bantu dalam menentukan apakah seseorang menderita penyakit DM atau tidak. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai dari bulan April hingga bulan Juni 2019.

Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat digunakan oleh pihak penyedia layanan kesehatan dalam menentukan status diabetes melitus seseorang, yaitu dengan diperolehnya pohon keputusan decision treedari klasifikasi penyakit diabetes yang melibatkan faktor-faktor pemicu diabetes.

Di mana dari pohon keputusan tersebut didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh sehingga seseorang dapat mengetahui penyakit DM dalam dirinya sebelum mengalami komplikasi yang serius.

Apalagi memang, salah satu penyakit kronis dan mematikan serta penyakit mahal yang banyak diamati di berbagai negara saat ini adalah penyakit Diabetes Melitus atau biasa disebut dengan Kencing Manis. Penyakit ini terus meningkat pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Penyakit ini disebabkan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif.

Ada 2 tipe diabetes melitus yaitu diabetes tipe I yaitudiabetes yang umumnya didapat sejak masa kanak-kanak dan diabetes tipe II yaitu diabetes yang didapat setelah dewasa.

Berdasarkan data dari WHO memperkirkan kenaikan jumlah penyandang penyakit diabetes sebanyak 8,4 juta di tahun 2000 naik hingga 21,3 juta pada tahun 2030.

Serta Berdasarkan data dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015 terdapat 17.843 jiwa penderita Diabetes Melitus yaitu 13.283 kasus di Puskesmas 4.520 kasus di Rumah Sakit.

Tingginya angka-angka itu, tentunya patut diantisipasi oleh pihak penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit untuk mencegah timbulnya ledakan pasien diabetes. (ham)