Dua Kasus Dugaan Korupsi di Bone Naik Status

Selasa, 18 Juni 2019 - 13:24 WIB

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — status dua kasus dugaan korupsi yang ditangani penyidik Polres Bone naik status. Kedua kasus itu, pengadaan buku TK dan dugaan penyalahgunaan PBD di BLHD Bone itu merugikan negara miliaran rupiah.

Setelah melakukan gelar perkara Kamis, 13 Juni lalu, penyidik tipikor polres Bone meningkatkan satus dugaan kurupsi pengadaan buku TK ke penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muh Pahrun menjelaskan dari hasil gelar perkara beberapa fakta yang ditemukan yang menguatkan jika indikasi kerugian negara dari APBN tahun 2017 dan 2018 berupa anggaran untuk pengadaan buku. Untuk 2017 Rp13 miliar lebih, sedangkan 2018 Rp14 miliar.

Pengadaan buku ditangani oleh Bidang PAUD dan Dikmas (Dulu bidang PLS), Dinas Pendidikan Bone. Pihak sekolah hanya membayar sesuai kuitansi yang disodorkan pihak bidang PAUD dan Dikmas.

” Dari hasil gelar perkara, kita sepakat kasus ini statusnya kita naikkan ke penyelidikan,” kata Iptu Muh Pahru, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (18/6).

Dia menambahkan, beberapa fakta yang ditemukan dalam kasus ini adanya praktek mark-up. Pada penganggaran tahun 2017 harga satuan buku sebesar Rp 20.000 per buku, padahal harga satuanya dari perusahaan hanya Rp5.250 per buku.

Selain kasus pengadaan buku TK, polres Bone jug telah meningkatkan status dugaan korupsi di lingkup Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Kabupaten Bone ke penyelidikan. “Kalau kasus ini, dugaanya penyalagunaan APBD tahun 2017, anggaran belanja langsung sebesar sembilan miliar” jelas Muh Pahrun.

Kasus ini lanjut Pahrun, penyidik sudah memeriksa lima kepala bidang di lingkup BLHD, dan Kepala BLHD juga telah dimintai keteranganya. ” Secara detail nanti kita sampaikan lagi, yang jelas kita jug sudah tingkatkan kasus ini ke penyelidikan. Kita upayakan tahun ini dua kasus besar ini kita selesaikan,” tutup Pahrun. (bay)