Faktor Infrastruktur Masih Jadi Penyebab Lakalantas

3 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAMUJU–Korban meninggal akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Sulbar meningkat. Selama Operasi Ketupat se-Sulbar ada delapan koban meninggal dunia, mulai 29 Mei hingga 10 Juni lalu.

Korban kecelakaan meninggal dari tahun 2018 lalu yang hanya tujuh orang. Hanya saja, dari segi jumlah kecelakaan 2019 ini menurun, yaitu dari 21 menjadi 11.

Terperinci, lakalantas 2019 ini dari lima Polres se-Sulbar. Untuk lakalantas roda empat sebanyak enam dan roda dua sebanyak 15 kasusu. Meninggal dunia delapan, luka berat satu, dan luka ringan delapan.

Wakapolda Sulbar, Kombes Pol Endi Sutendi, mengatakan, lakalantas di Sulbar masih pengaruh besar dari kondisi infrastuktur. “Mulai dari rambu-rambu, kualitas jalan, dan penerangan jalan umum,” ujarnya, kemarin.

Endi menegaskan, hal ini menjadi perhatian bahwa pembangunan belum merata. Pasalnya, dari tahun ke tahun faktor lingkungan masih menjadi penyebab utama kecelakaan.

Faktor lingkungan untuk kondisi jalan, yaitu berlubang, licin, dan jalan sempit. Dan yang paling dominan adalah bergelombang.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulbar, Kombes Pol Chiko, menambahkan, lakalantas dominan terjadi di Kabupten Mamuju. Lima lakalantas, lima meninggal dunia, satu luka berat, dan tiga luka ringan. “Lakalantas di Mamuju justru didominasi oleh warga lokal, bukan pemudik,” bebernya.

Kondisi lakalantas se-Sulbar yang menjadi penyebab meninggal dunia hingga luka berat juga dipengaruhi dari disiplin berlalulintas. Kesadaran akan menggunakan perlengkapn yang berstandar masih dominan ditemukan.

Ke depannya, menghindari kurang disiplin berkendara pihaknya telah membangun saat ini Safety Driving Centre. Bekerjasama antara dengan pemilik merek. “Jadi sebelum pemilik mengambil kendaraan barunya, akan dibimbing berkendara dengan baik,” tuturnya. (sal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...