Kongres Mengarah Aklamasi, PDIP Belum Siap Ganti Megawati

Selasa, 18 Juni 2019 - 13:34 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politikus senior PDIP, Pramono Anung menyatakan semua kader menginginkan Megawati Soekarnoputri kembali memimpin partai pemenang Pemilu 2019 itu.

Partai berlambang banteng moncong putih itu akan menggelar Kongres V PDIP 8-10 Agustus 2019. Sebelum kongres, partai besutan Bu Mega akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/6).

Bungkam Soal Diperiksa KASN, Pakar Pemerintahan : Sebaiknya Kinerja Kepala BKD Sulsel Segera Dievaluasi

Menurut Pramono, dalam waktu ke waktu, kepemimpinan Mega telah terbukti bisa mempertahankan kemenangan partai di pemilu. Terlebih lagi, Mega merupakan sosok pemersatu partai yang memiliki ideologi.

“Tentunya dalam kongres nanti kemungkinan besar Bu Mega akan diminta bersedia untuk dipilih kembali menjadi ketua umum,” kata Pramono kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/6).

Ini Menteri yang Bisa Bertahan di Kabinet Jokowi

Menurut Pramono, proses di internal PDIP mungkin berbeda dengan partai lainnya. “Kami memang betul-betul bottom up,” tambahnya.

Karena itu, dia meyakini seluruh kader PDIP ingin Mega menjadi ketum lagi. Bahkan, Pramono meyakini Mega akan terpilih secara aklamasi menjadi ketum. “Kalau melihat potensi dan juga indikasi karena kami menang pemilu legislatif dengan angka yang signifikan dan menang pilpres, kemungkinan besar akan aklamasi,” ungkapnya.

Pesta Ultah Polisi Ditemani Bir 2 Krak Berujung Pengeroyokan

Sekretaris Kabinet itu menambahkan, memang ada wacana di PDIP nanti terdapat ketua harian maupun wakil ketua umum. Hanya saja, ujar dia, mekanismenya diserahkan sepenuhnya kepada kongres. Nantinya akan dibahas dalam konferensi daerah konferda) dan konferensi cabang (konferca). “Ya nanti dalam proses ini diusulkan oleh daerah (DPD) dan cabang-cabang (DPC). Mekanisme ini sudah sangat baku dan baik,” papar Pramono.

Pelatih Arema FC Doakan PSM Sukses di AFC

Dia mengamini, jika nanti terdapat ketua harian, maka anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) harus diubah. “Iya, kan AD/ART akan diputuskan di dalam kongres partai. Dan itu hanya keputusan kecil kalau mau ada ketua harian maupun wakil ketua umum,” katanya.

Menurut dia, sudah ada beberapa calon ketua harian. Hanya saja, Pramono tidak menyebut siapa saja sosok calon ketua harian tersebut. (jpnn)