Lepas Mahasiswa KKN Profesi, NA: Unhas Harus Jadi Pelopor Triple Helix

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:42 WIB
IST

Fajar.co.id, Makassar — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, berharap Universitas Hasanuddin Makassar bisa menjadi pelopor program triple helix di Sulsel.

Triple helix merupakan inovasi untuk mendorong tiga aktor yakni pemerintah, industri atau dunia usaha dan universitas atau akademik.

“Unhas ini harus menjadi pelopor kerjasama triple helix,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya di Fakultas Kedokteran Unhas, Selasa (18/6/2019).

Pada kesempatan peluncuran program KKN Profesi Universitas Hasanuddin Makassar itu, Nurdin Abdullah menyampaikan pesan agar selalu mahasiswa KKN tersebut tidak sekadar selesai begitu saja, tanpa ada hasil atau karya untuk masyarakat setempat.

“KKN ini jangan bangga hanya selesai bawah pulang anak kepala desa saja, tapi harus selesai dengan meninggalkan kebanggaan untuk nama baik kampus maupun daerah tempat KKN,” jelas alumni Unhas Makassar itu.

Lebih lanjut Nurdin Abdullah berharap, untuk menghadapi usia produktif pada tahun 2024 mendatang, maka mahasiswa harus memberikan kontribusi semaksimal mungkin saat di lapangan selama 4 minggu sejak pelepasan.

“Saya berharap KKN kali ini yang memiliki manfaat untuk masyarakat. 2024 kita akan menjadi usia produktif kita bisa jadi ancaman kalau kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang,” ungkap Bupati Bantaeng 2008-2018 ini.

Pada kesempatan melepas 649 mahasiswa KKN untuk daerah Takalar, Soppeng dan Tana Toraja, Nurdin Abdullah mengapresiasi fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang mencetuskan program KKN Profesi tersebut.

“Saya kira sangat bagus dan sangat mulia sekali ini program KKN Profesi ini. Kita nggak usah melihat TB sebagai ancaman, tapi bagaimana kita melihat kerja peserta KKN ini untuk menemukan permasalahan di masyarakat,” ujar mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A menambahkan, pada era ini Unhas Makassar hadir untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

“Kita hadir sebagai universitas yang berbasis pendekatan sesuai penyelesaian masalah apa yang dibutuhkan masyarakat sendiri,” tambah orang nomor satu di Unhas Makassar.

Pada kesempatan ini Prof Dwia Aries berharap, pelepasan program KKN Profesi kesehatan angkatan ke 58 ini, bisa menjawab kebutuhan masyarakat di daerah KKN masing-masing.

“Dari program ini akan melahirkan anak-anak yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat,” katanya.

Diketahui, dari 649 peserta Program KKN Profesi Kesehatan Fakultas Kedokteran Unhas Makassar ini terbagi di tiga daerah yakini Kabupaten Takalar, Soppeng dan kabupaten Tana Toraja. (rls)