MK Periksa Saksi Melalui Telekonferensi, Tim Prabowo: Keselamatan Saksi Terjamin

Selasa, 18 Juni 2019 - 07:21 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota tim kuasa hukum paslon 02, Nicholay Aprilindo bersyukur Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan saksi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, diperiksa melalui cara telekonferensi.

Dengan begitu, kata dia, area Gedung MK tidak disesaki kehadiran saksi. “Kalau diperbolehkan, alhamdullilah. Jadi, saksi tidak perlu berbondong-bondong ke Jakarta,” kata Nicholay ditemui di Media Center Prabowo – Sandiaga, Jakarta Selatan, Senin (17/6) ini.

Sidang Sengketa Pilpres, BPN: Demi Penegakan Kebenaran Substantif

Lagi pula, kata dia, keselamatan saksi bisa terjamin ketika memberikan keterangan dari tempat asal. Selain itu, keterangan saksi juga tidak bisa diintervensi pihak mana pun.

“Kalau memang betul diperbolehkan telekonferensi, alhamdulliah sekali. Bahkan, lebih bagus, karena jaminan keselamatan saksi itu ada,” ungkap dia.

Wacana Ganti SBY, Begini Asumsi Pengamat

Nicholay mengatakan, tim kuasa hukum paslon 02 akan bersurat ke MK agar saksinya bisa diperiksa melalui cara telekonferensi. Surat itu akan dikirim sebelum sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019, dengan agenda mendengarkan jawaban termohon dan pihak terkait.

“Ya (kami akan bersurat). Kami meminta, tentunya berdasarkan kepentingan saksi kami,” ucap dia.

Tersenyum Dijenguk meski Kesulitan Bicara dan Mengingat

Mahkamah Konstitusi (MK) tidak keberatan memeriksa saksi sidang PHPU Pilpres 2019, menggunakan metode telekonferensi. Sebab, MK mempunyai aturan yang memungkinkan proses pemeriksaan saksi untuk jarak jauh.

“Persidangan jarak jauh tidak ada masalah. Kami sudah ada aturannya untuk persidangan jarak jauh,” ucap Juru Bicara MK Fajar Laksono ditemui di kantornya, Senin (17/6). (jpnn)