Sadis !!! Ibu Potong Penis Putranya lalu Menggantinya dengan Vagina Buatan

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:57 WIB
Ilustrasi/ANI

FAJAR.CO.ID, SAMAMBAIA—Pembunuhan mengerikan yang dilakukan seorang ibu terhadap putranya sendiri terjadi di Samambaia, sekitar 20 mil dari ibukota Brasilia, Brasil. Sang ibu yang kesal selalu mengingat kekejaman ayahnya memotong penis putranya sendiri dan memutilasinya.

Sang ibu dan kekasihnya yang lesbian dituduh merobek penis putranya yang berusia sembilan tahun, Rhuan sebelum memenggalnya. Rosana Candido, 27, dan Kacyla Pessoa, 28, dari Brasil, dikatakan telah menikam bocah itu lebih dari belasan kali dan membuang semua kulit dari wajahnya sebelum membantai tubuhnya.

Pembunuhan mengerikan itu diduga terjadi karena Rhuan kecil mengingatkan Candido pada ayahnya. Kedua pelaku telah mengakui membunuh dan memutilasi anak itu di rumah mereka di Samambaia, sekitar 20 mil dari ibukota Brasilia.

Laporan dari Brasil mengatakan pasangan itu bahkan menggunakan pisau untuk mencoba mencungkil bola mata bocah itu. Mereka kemudian mencoba membuang mayatnya di atas panggangan. Ketika itu gagal, mereka menaruh beberapa sisa tubuh Rhuan di dalam koper dan membuangnya di selokan. Bagian tubuh lainnya disembunyikan di dua tas ransel di rumah pasangan itu. Kedua wanita itu menghadapi tuduhan pembunuhan, penyiksaan dan menyembunyikan mayat.

Candido dikatakan telah memberi tahu para penyelidik bahwa tahun sebelum pembunuhan itu, pasangan itu merenggut penis Rhuan selama operasi buatan rumahan yang mengerikan. Mereka diklaim telah menggunakan ‘alat-alat dasar’ karena Rhuan ‘ingin menjadi seorang gadis.’ Laporan media lokal mengatakan: “Setelah mengeluarkan penis, para wanita itu mengatakan mereka menjahit versi improvisasi organ wanita ke daerah yang dimutilasi.”

Candido dilaporkan mengklaim bocah itu adalah ‘beban’ dan penghalang bagi hubungannya dengan Pessoa. Dia juga ‘merasa benci dan tidak ada cinta’ untuknya karena dia mengingatkannya pada ayah, yang diduga melecehkannya.

Kepala polisi Guilherme Melo mengatakan bahwa kekejaman kejahatan itu mengejutkan para penyelidik. “Dia membunuh putranya, dipotong-potong, dipenggal, mencabut kulitnya dan mencoba untuk menyingkirkan tubuhnya. Itu adalah kasus yang sangat mengerikan,” katanya kepada O Tempo. (Metro/amr)