Saham Bali United Langsung Melejit, Tiga Klub Ini Siap Menyusul

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:57 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Bali United resmi melantai di pasar modal. Setelah sebelumnya melakukan penawaran perdana di Bali, saham klub berjuluk Serdadu Tridatu itu masuk Bursa Efek Indonesia kemarin (17/6).

Jadilah klub yang berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, itu sebagai klub pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang go public. PT Bali Bintang Tbk, perusahaan yang mengelola klub sepak bola Bali United, tercatat dengan kode saham BOLA.

Dari pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO), perseroan memperoleh dana segar Rp350 miliar.

Tim Prabowo Revisi Gugatan, Yusril: MK Tak Berwenang Adili

Sebanyak dua miliar saham dilepas atau setara dengan 33,33 persen saham pada harga penawaran perdana Rp175 per saham. Tidak hanya diminati investor pasar modal, saham Bali United juga diminati fansnya.

Dampaknya cukup positif. Yakni, terjadi kelebihan permintaan sampai dengan 110 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan masyarakat. Sejak melantai di pasar modal, sahamnya langsung melejit 69,14 persen ke posisi Rp296 per saham.

Melantainya Bali United jadi trigger bagi klub sepak bola lain di Indonesia. Hal itu dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna. Ada tiga klub yang mungkin menyusul jejak Bali United.

Ghea Riset Sebelum Nyanyikan Lagu X-Men Dark Phoenix

Ketiganya adalah Arema FC, Persib Bandung, dan Persija Jakarta. Bahkan, khusus Arema FC, pihaknya sudah melakukan pertemuan. Nantinya menyusul Persib dan Persija. ”Arema sudah kami approach, tentunya mereka sekarang sedang konsolidasi internal dulu apa saja yang disiapkan,” jelas Nyoman kemarin di BEI.

Nyoman berharap tiga klub tersebut bisa segera menyusul Bali United ke pasar modal tahun ini. Dengan meningkatnya reputasi menjadi perusahaan tercatat akan meningkatkan kepercayaan dari fansnya. Mereka bisa mengikuti perkembangan yang terjadi, termasuk performance-nya. ”Tidak hanya menjadi fans, mereka juga bisa memiliki sahamnya,” imbuh Nyoman.

Faktor Infrastruktur Masih Jadi Penyebab Lakalantas

Menurut Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Octavianus Budianto, IPO Bali United sangat menarik dan memiliki potensi besar dari para pendukung fanatik. Antusiasme masyarakat Bali, khususnya fans, sangat besar. Sejak masa penawaran pada 10 Juni lalu, di hari kedua sudah oversubscribed. ”Komposisi investor ritel sendiri sebanyak 41 persen dan investor institusi 59 persen,” jelasnya.

Pengamat ekonomi Indef Eko Listiyanto mengatakan, ini awal yang baik bagi klub bola untuk mau go public. Dengan begitu, pendanaan akan lebih variatif dan memungkinkan meningkat dalam waktu cepat.

Ashanty Senang Anaknya Suka Hal-hal Religius

Syaratnya tentu saja kinerja dan prestasi tim, serta kompetisi sepak bola yang fair dan profesional. ”Jika Bali United berhasil, dapat menjadi role model bagi klub-klub yang lain. Apalagi, penonton bola di Indonesia banyak dan fanatik,” terangnya.

Jika prestasi tim terus meningkat, terbuka peluang untuk menjaring investor potensial dari luar negeri juga. Klub yang sudah melantai di pasar modal harus disiplin dalam aspek governance, terutama soal keuangan. ”Pasar modal menuntut adanya transparansi, sehingga aspek-aspek tata kelola keuangan harus benar-benar diperhatikan agar mendapat kepercayaan investor,” imbuhnya.

7 Khasiat Daun Ciplukan untuk Kesehatan

Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto juga menyambut baik apa yang sudah dilakukan Bali United. Dia menyebut, ketika sebuah klub melepas saham, itu berarti sudah mau dituntut semakin transparan dan lebih baik. ”Itu yang kami inginkan di sepak bola Indonesia. Kalau semua klub itu punya transparansi yang sama seperti melepas saham ke bursa, pasti sepak bolanya akan lebih bagus. Baik dari segi finansial dan segi segalanya,” terangnya. (jp)