Sidang MK Diramaikan Ondel-ondel Hingga Avengers

Selasa, 18 Juni 2019 - 12:31 WIB
Massa aksi menggunakan kosum Avengers saat sidang di MK. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) kembali menggelar aksi massa di tengah sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6). Aksi dilakukan di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Namun, ada yang menarik dalam aksi kali ini. Massa yang mengaku dari sejumlah alumni Universitas Indonesia ini membawa dua buah boneka ondel-ondel. Maskot ibu kota itu kemudian dipakaikan baju berwarna biru mirip peserta aksi massa.

Dalam poster yang dibawanya, massa menuntut keadilan ada meninggalnya ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Bagi mereka, kasus ini harus diungkap tuntas sebagai bentuk keadilan.

Selain itu, massa juga menuntut agar MK bisa berbuat adil dalam membuat keputusan sengketa pemilu. Sehingga hasil akhirnya bisa membuat bangsa ini semakin kuat.

Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) menggelar aksi di Sidang MK. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
“Kami ingin mengawal keputusan MK, tegas dalam mengambil sikap. Untuk menenggakan supaya negara RI ini tidak pecah,” ujar salah satu perwakilan massa, Buyung Ishak di lokasi.

“Kami sangat ingin MK majelis yang sangat terhormat dan sangat luar biasa ini menjadi majelis yang menjunjung keadilan betul-betul menjunjung pemilu yang jujur dan adil,” imbuhnya.

Tidak hanya ondel-ondel, tak lama berselang pasukan Avenger turut hadir pula memeriahkan aksi hari inu. Massa tersebut mengatasnamakan dari komunitas superhero.

Massa aksi menggunakan kosum Avengers saat sidang di MK. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
Para pesertanya didandani bak superhero Avengers. Seperti Hulk, Captain Amerika, Capten Marvel, Thor, Spiderman, Batman, hingga Ironman.

Salah satu koordinator aksi masa Komunitas Superhero, Riko mengatakan aksi ini dibuat untuk menyuarakan kedamaian. Mereka berharap tidak ada lagi aksi massa yang berujung pada kerusuhan seperti saat aksi massa 21-22 Mei.

“Mengajak masyarakat agar tidak terporvokasi oleh keinginan tertentu karena demokrasi kita sudah selesai. Marilah sama-sama untuk mendukung MK biarlah keputusan seperti apa. Jangan saling terprovokasi,” pungkasnya. (jpc)