Tingkatkan PAD, BPKPD Luncurkan Alat Kontrol Pelaporan Pajak

Selasa, 18 Juni 2019 - 18:35 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAROS — Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Maros meluncurkan alat penunjang online sistem pelaporan pajak restoran dan rumah makan Selasa, 18 Juni 2019.

Launching ini dilakukan langsung Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang disalah satu restoran diarea Grand Mall.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Takdir mengatakan launching alat kontrol kasir ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan PAD dari sektor pajak restoran.

Selama ini kata dia, restoran wajib pajak hanya menyetorkan pajaknya sesuai yang disetorkan saja tanpa diketahui berapa jumlah pajak yang dipungut dari pelanggan.

Olehnya itu kata dia dengan adanya alat kontrol kasir ini bisa diketahui berapa jumlah pajak yang dipungut dari pelanggan.

Takdir mengatakan saat ini di Maros ada sekitar 120 restoran dan rumah makan yang memungut pajak.

Akan tetapi untuk tahap awal alat penunjang online sistem pelaporan pajak ini baru akan dipasang di 50 restoran.

Namun untuk tahap awal launching ini baru kita lakukan pemasangan 11 alat kontrol kasir.

“Sekarang baru 11 restoran yang kita pasangi alat kontrol kasir rencananya akan kita pasangi 50 restoran dan rumah makan dari 120 restoran,” ungkapnya.

Dia mengatakan penerapan alat kontrol kasir ini juga untuk meminimalisir terjadinya kebocoran pajak.

Takdir mengatakan selain BPKPD alat kontrol ini juga di awasi langsung oleh KPK. “Kita kerja sama dengan Bank Sulselbar dan KPK,” katanya.

Untuk pajak restoran dan rumah makan kata dia, itu besarannya sekitar 10 persen. “Jadi ini kita lakukan untuk mengawasi apakah besaran pajak yang disetorkan oleh restoran atau rumah makan wajib pajak ke Pemda sudah sesuai atau tidak dengan yang mereka terima,” jelasnya.

Takdir berharap setelah pemasangan alat kontrol kasir ini bisa meningkatkan PAD Maros sebanyak 30 persen. Dia menambahkan saat ini ada sekitar 120 restoran dan rumah makan wajib pajak dengan target PAD sebesar Rp14,4 Miliar.

“Restoran atau rumah makan yang paling besar pajaknya diantaranya Aero Prima, resto siap saji KFC dan Starbucks,” sebutnya.

Sementara itu seorang pemilik rumah makan Mallaha, Andi Fitriani mengatakan mengapresiasi launching alat kontrol kasir ini.

Pasalnya dengan penerapan alat kontrol ini pemilihan restoran bisa lebih terbuka kepada konsumen atau pelanggan.

“Bagus karena kita lebih terbuka ke konsumen. Selama ini kan pelanggan ada juga yang tidak paham soal kewajiban pajak,” pungkasnya. (rin)