Tudingan Pungli di Samsat Bulukumba

1 Komentar

FAJAR.CO.ID,BULUKUMBA — Tudingan pungli di tubuh Samsat Bulukumba kembali terjadi. Oknum Samsat diduga menarik pajak kendaraan tidak sesuai jumlah yang semestinya dibayarkan.

Hal itu disampaikan, Ramil Syam, ia mengatakan, kerabatnya Ilsa Agustina Syahna diduga menjadi korban Pungutan Liar (Pungli). Pasalnya, kerabatnya tersebut membayar lebih saat melakukan pembayaran pajak di Kantor Samsat Bulukumba.

“Perpanjangan STNK dan ganti plat, dikenakan biaya sebesar Rp 490 ribu. Padahal saat dicek online melalui twitter Bapenda Sulsel, biaya yang seharusnya dia bayar hanya Rp360 ribu,” jelas Ramil dikutip dari radarselatan.co.id, Selasa (18/6).

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Regident Polres Bulukumba, Iptu Jamaluddin angkat bicara terkait kasus dugaan pungutan liar. Ia membantah adanya dugaan pungli tersebut.

Menurutnya, yang terjadi belum lama ini, hanya kesalahpahaman saja antara anggotanya dengan warga yang mengurus pajak.
“Cuman salah paham itu. Petugas mengira plat Makassar, karena suasana saat itu sedang sibuk-sibuknya. Lagi pula kelebihan yang dimaksud dikembalikan di hari itu juga,” jelas Iptu Jamaluddin.(eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...