Alasan Rudal Dikeluarkan dari Grup Whatsapp Golkar Sulsel karena Cerita Warung Kopi

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:07 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Teka-teki alasan pengeluaran Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah dari grup whatsapp mulai terungkap.

Melalui Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulsel Nasruddin Upel menjelaskan alasan lengkap tindakan Kadir Halid. Itu semata-mata keputusan Kadir, bukan Nurdin Halid.

“Tentang dikeluarkannya Pak Rudal dari Grup WA Golkar Sulsel, tidak ada kaitan dengan Bapak Nurdin Halid. Itu adalah tindakan pribadi pak Kadir Halid dan sudah ditegur keras oleh Ketua DPD Partai Golkar Sulsel H.A.M. Nurdin Halid,” tulis Upel, melalui pesan Whatsapp, Rabu, 19 Juni.

Menurut dia, Kadir Halid mengeluarkan Rudal lantaran ketidaksukaannya secara personal.

“Pak Kadir, mengeluarkan pak Rudal atas ketidaksukaannya kepada beliau karena  menceritakan persoalan internal partai Golkar di Warkop. Tentu kurang etis karena urusan internal Partai di giring keluar ke publik,” tutupnya.

BACA JUGA: https://fajar.co.id/2019/06/19/adik-nurdin-halid-keluarkan-bendahara-golkar-sulsel-rudal-dari-grup-whatsapp-dpd-i-sulsel/

Sekadar diketahui, dikeluarkannya Rudal dan Andi Debbie ditenggarai kuat sebagai imbas sengketa hasil Pemilu antar Kadir dan Andi Debbi di Mahkamah Konsitusi. Kadir yang oleh KPU dinyatakan kalah tidak terima dan melakukan gugatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kadir mengeluarkan Rudal dan Debbi dari grup pada Selasa, 18 Juni malam. Keduanya dikick secara berurutan.

Grup WhatsApp ini diketahui sebagai grup utama para pengurus harian Golkar Sulsel. Bahkan Ketua DPD I Nurdin Halid juga berada dalam grup tersebut.

Kadir Halid yang merupakan adik kandung Nurdin Halid ini dan Andi Debbie Purnama sama-sama caleg Partai Golkar yang bertarung di dapil Sulsel 1 (Makassar A). Hasil rekap penghitungan suara oleh KPU Sulsel, Debbie meraup 15.390 suara sedangkan Kadir cuma mengantongi 7.773 suara.

Sebelumnya, sikap Kadir Halid mengeluarkan pengurus Golkar yang berselisih dengan dirinya bukanlah yang pertama kalinya. Kadir juga sebelumnya pernah melakukan hal serupa terhadap dua mantan pengurus Golkar yakni Rahmansyah dan Ian Latanro.

Rahmansyah dan Ian saat itu ‘ditendang’ dari grup WhatsApp oleh Kadir lantaran dianggap sebagai mata-mata. Keduanya disebut sebagai loyalis Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang menjadi lawan politik Nurdin Halid. (taq)