AS-Tiongkok Perang Dagang, BI Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 19 Juni 2019 08:58

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Usulan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6 persen pada 2020 akhirnya direvisi menjadi 5,3-5,5 persen. Sebab, tensi perang dagang semakin meningkat sehingga ketidakpastian ekonomi global kian terasa.Pada tahun ini pun, beberapa asumsi makroekonomi sudah ada yang meleset. Sebut saja asumsi lifting migas, penerimaan perpajakan, serta suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) yang sudah keluar dari target.

Bank Muamalat Kian Akomodatif di Sulampua

Usulan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,5 persen sesuai dengan Bank Indonesia (BI). Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi akan berada di kisaran 2-4 persen; tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5-5,5 persen; nilai tukar Rp 14.000-Rp 14.500 per USD; serta tingkat pengangguran 4,8-5,1 persen. Di luar itu, tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5-9 persen; gini ratio 0,375-0,380; serta indeks pembangunan manusia (IPM) 72,51.

Begini Meriahnya Agenda Halalbihalal OJK Sulampua

Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan, kondisi makroekonomi dan geopolitik terus menjadi bahan perhatian. Hal itu membuat BI harus menjaga stabilitas ekonomi dengan sangat hati-hati. BI pun terus berupaya membuat suku bunga kebijakan stabil agar investor tak melarikan dananya dari Indonesia.

Bagikan berita ini:
7
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar