Dana Pembelian Senjata, Mayjen Kivlan-Habil Dikonfrontasi

Rabu, 19 Juni 2019 - 07:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terus melakukan pengusutan kasus dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan upaya pembunuhan sejumlah tokoh nasional.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan sejumlah tersangka seperti tokoh Habil Marati, Kivlan Zen, hingga Helmi Kurniawan alias Iwan yang disebut sebagai eksekutor. Ketiganya disebut memiliki peran yang berbeda-beda.

Puan Pimpin Senayan, Ini Simulasi Pembagian Jabatan di DPR ala Fahri Hamzah

Kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri mengatakan, penyidik kembali memeriksa kliennya bersama Habil dan Iwan.

“Jadi, pemeriksaannya untuk konfrontasi antara tersangka Habil Marati dengan para saksi-saksinya, termasuk Pak Kivlan, terkait aliran dana yang dijadikan untuk pembelian senpi ilegal dan pembunuhan para tokoh,” kata Yuntri kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

PADI: Siapa Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei?

Menurut Yuntri, konfrontasi ini berkaitan dengan kasus aliran dana dengan tersangka Habil Marati. Sementara Kivlan dan Iwan bertindak sebagai saksi dalam dugaan aliran dana itu.

“Tersangka Pak Habil, untuk yang lain hanya saksi. Kami berharap ini clear, dan Pak Kivlan sudah menangkalnya semua,” ungkap Yuntri.

Tersebar Info Surat Pernyataan Catut Namanya, Wali Kota Parepare Lakukan Analisa Hukum

Yuntri menambahkan, penyidik harus segera membebaskan Kivlan apabila dalam konfrontasi ini tidak terbukti aliran dana itu untuk pembelian senjata api.

“Dikonfrontir saja, digelar perkara saja sekalian, siapa yang salah nanti terlihat. Kalau seandainya dia benar, nanti dibebaskan,” tandas Yuntri. (jpnn)

2 thoughts on “Dana Pembelian Senjata, Mayjen Kivlan-Habil Dikonfrontasi

Comments are closed.